Memasuki usia dewasa, ritme kehidupan seseorang biasanya berubah drastis. Tuntutan pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga ambisi pribadi sering menyita perhatian. Sayangnya, kesibukan ini kerap membuat kita melupakan satu amalan kunci. Amalan istimewa ini adalah Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua.
Banyak orang menganggap bakti hanya berlaku saat kita masih kecil. Padahal, kewajiban ini justru semakin krusial saat kita beranjak dewasa. Orang tua yang semakin renta sangat membutuhkan perhatian dari anak-anaknya. Artikel ini akan mengulas mengapa pintu surga ini sering terlupakan dan cara memperbaikinya.
Mengapa Kita Sering Lalai di Usia Dewasa?
Dunia kerja sering kali menuntut loyalitas dan waktu yang sangat tinggi. Kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengejar jenjang karier yang lebih baik. Setelah pulang, energi kita habis untuk mengurus pasangan dan anak-anak. Hal ini menciptakan jarak emosional dengan ayah dan ibu kita sendiri.
Kita merasa sudah cukup berbakti hanya dengan mengirimkan sejumlah uang. Padahal, orang tua tidak hanya membutuhkan materi dari sang anak. Mereka merindukan kehadiran, sapaan hangat, dan juga waktu untuk sekadar mengobrol. Mengabaikan kebutuhan emosional mereka berarti kita sedang menutup pintu surga secara perlahan.
Landasan Utama Birrul Walidain
Dalam ajaran Islam, posisi orang tua sangatlah mulia. Allah SWT menempatkan perintah berbakti tepat setelah perintah menyembah-Nya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan ayah dan ibu bagi seorang anak.
Salah satu kutipan hadis yang paling menggetarkan hati adalah sabda Rasulullah SAW:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kamu mau, sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi).
Kutipan tersebut menegaskan bahwa jalan menuju surga sebenarnya sangat dekat. Kita tidak perlu mencari amalan yang terlalu rumit di luar sana. Cukup dengan memuliakan orang tua, kita sudah memegang kunci pintu surga tersebut. Namun, banyak dari kita yang justru menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Cara Mengamalkan Birrul Walidain di Tengah Kesibukan
Anda mungkin merasa sangat sibuk dengan berbagai urusan duniawi. Namun, ada banyak cara praktis untuk tetap mempraktikkan Birrul Walidain di usia dewasa:
-
Berikan Komunikasi yang Intens.
Gunakan teknologi untuk menyapa mereka setiap hari. Hubungi mereka lewat telepon atau video call singkat saat jam istirahat. Hal kecil ini sangat berarti bagi perasaan orang tua. -
Jadilah Pendengar yang Baik.
Saat berkunjung, dengarkanlah cerita-cerita mereka meskipun mereka mengulangnya berkali-kali. Jangan memotong pembicaraan atau sibuk dengan ponsel saat bersama mereka. -
Libatkan Mereka dalam Doa.
Selalu sebut nama mereka dalam setiap sujud dan doa Anda. Doa anak yang saleh adalah aset paling berharga bagi orang tua. -
Penuhi Kebutuhan Fisik dan Kesehatan.
Pastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang baik dan kontrol kesehatan rutin. Jika mereka sakit, luangkan waktu untuk merawat mereka secara langsung.
Keberkahan Hidup Melalui Bakti
Melakukan Birrul Walidain bukan hanya soal kewajiban agama semata. Bakti ini juga membawa dampak besar bagi kehidupan duniawi kita. Banyak orang sukses mengakui bahwa keberhasilan mereka berasal dari doa orang tua.
Ridho Allah bergantung pada ridho kedua orang tua kita. Jika mereka bahagia, maka Allah akan memudahkan setiap urusan kita. Rezeki akan terasa lebih berkah dan hati menjadi lebih tenang. Sebaliknya, menyakiti hati mereka hanya akan mendatangkan kesempitan dalam hidup.
Ingatlah kembali masa kecil saat mereka merawat Anda dengan tulus. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, bahkan impian mereka demi kebahagiaan Anda. Kini saatnya Anda membalas kebaikan tersebut dengan ketulusan yang sama.
Kesimpulan: Jangan Menunggu Waktu Luang
Banyak anak dewasa berencana berbakti setelah mereka sukses atau memiliki waktu luang. Padahal, usia orang tua tidak ada yang tahu pasti. Jangan sampai penyesalan datang saat mereka sudah tiada.
Muliakanlah mereka selagi mereka masih bernapas di dunia ini. Jadikan Birrul Walidain sebagai prioritas utama dalam jadwal harian Anda. Ingatlah, pintu surga yang paling tengah itu masih terbuka lebar untuk Anda. Mari kita jaga pintu itu dengan sebaik-baiknya sebelum tertutup selamanya.
Berbakti kepada orang tua adalah investasi terbaik untuk dunia dan akhirat. Mulailah dari langkah kecil hari ini juga. Sapa mereka, peluk mereka, dan katakan bahwa Anda sangat mencintai mereka. Itulah sejatinya makna dari Birrul Walidain di usia dewasa.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
