Persoalan integritas pemimpin senantiasa menjadi topik krusial dalam sejarah peradaban manusia. Dalam khazanah Islam, salah satu rujukan utama mengenai etika kepemimpinan adalah Kitab Al-Kharaj. Imam Abu Yusuf, murid utama Imam Abu Hanifah, menulis karya agung ini. Beliau menyusun kitab tersebut atas permintaan Khalifah Harun al-Rashid dari Dinasti Abbasiyah. Buku ini bukan sekadar risalah tentang perpajakan atau tata kelola tanah. Lebih dari itu, Kitab Al-Kharaj merupakan panduan moral bagi pemegang otoritas publik.
Kepemimpinan Adalah Amanah Berat
Imam Abu Yusuf menekankan bahwa kepemimpinan merupakan tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Pemimpin bertindak sebagai penggembala bagi rakyatnya. Beliau sering mengingatkan penguasa melalui kutipan hadis yang sangat masyhur:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”
Kutipan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga amanat publik. Pemimpin tidak boleh melihat jabatan sebagai alat pemuas kepentingan pribadi. Jabatan adalah titipan yang memerlukan integritas tinggi untuk menjalankannya. Jika pemimpin khianat, maka kehancuran tatanan sosial hanya tinggal menunggu waktu.
Menjaga Keadilan Tanpa Pandang Bulu
Integritas seorang pemimpin terlihat jelas melalui komitmennya pada keadilan. Imam Abu Yusuf menegaskan bahwa keadilan mendatangkan kemakmuran bagi negara. Sebaliknya, kezaliman akan menghancurkan keberkahan bumi. Dalam Kitab Al-Kharaj, beliau meminta Khalifah untuk bersikap lembut kepada rakyat. Pemimpin harus mendengarkan keluhan masyarakat lapisan bawah.
Beliau menuliskan nasihat kepada Harun al-Rashid:
“Sesungguhnya Tuhanmu tidak akan menerima kecuali yang baik, dan Dia tidak akan membiarkan kezaliman sekecil apa pun tanpa pembalasan.”
Pesan ini menginstruksikan pemimpin agar menjauhi praktik korupsi. Penguasa harus memastikan aparatnya tidak memungut pajak melebihi ketentuan. Integritas berarti berani menindak bawahan yang menyalahgunakan wewenang. Pemimpin yang berintegritas akan menjaga harta publik dengan sangat hati-hati.
Pengelolaan Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat
Fokus utama Kitab Al-Kharaj adalah sistem ekonomi dan perpajakan. Namun, aspek moral tetap menjadi inti pembahasan. Imam Abu Yusuf menyarankan penerapan sistem muqasamah atau bagi hasil. Sistem ini lebih adil bagi petani daripada sistem pajak tetap yang memberatkan.
Integritas pemimpin diuji saat mereka menyusun kebijakan anggaran. Apakah anggaran tersebut benar-benar untuk kepentingan publik? Atau justru mengalir ke kantong-kantong penguasa? Abu Yusuf mengingatkan bahwa harta baitul mal adalah milik umat. Pemimpin hanyalah pengelola yang harus menyalurkannya secara tepat sasaran. Beliau melarang keras penguasa mengambil harta rakyat secara paksa atau tidak sah.
Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas
Seorang pemimpin yang jujur akan mengutamakan transparansi dalam pemerintahannya. Imam Abu Yusuf mendorong pemimpin untuk sering terjun ke lapangan. Beliau ingin penguasa melihat langsung kondisi riil masyarakat. Hal ini mencegah informasi palsu dari para pembisik yang mencari muka.
Akuntabilitas pemimpin mencakup aspek dunia dan akhirat. Di dunia, pemimpin harus mempertanggungjawabkan kebijakan kepada rakyat. Di akhirat, Tuhan akan menghisab setiap kebijakan yang berdampak pada orang banyak. Integritas ini menjadi benteng agar pemimpin tetap istikamah di jalan yang benar.
Relevansi Masa Kini
Pemikiran Imam Abu Yusuf dalam Kitab Al-Kharaj masih sangat relevan hingga hari ini. Krisis kepemimpinan global sering terjadi karena hilangnya integritas. Banyak pejabat lebih mementingkan citra daripada kinerja nyata. Padahal, rakyat membutuhkan pemimpin yang jujur, adil, dan amanah.
Mempelajari Kitab Al-Kharaj membantu kita memahami standar etika publik yang tinggi. Pemimpin harus menjadi teladan dalam kesederhanaan dan kejujuran. Mereka harus mampu menahan diri dari godaan kekuasaan yang absolut. Integritas bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata dalam melayani kepentingan publik.
Kesimpulan
Menjaga amanat publik memerlukan komitmen moral yang sangat kuat. Imam Abu Yusuf melalui Kitab Al-Kharaj telah memberikan peta jalan yang jelas. Kepemimpinan yang adil akan membuahkan kesejahteraan dan kedamaian bagi semua pihak. Mari kita jadikan nilai-nilai integritas ini sebagai standar dalam memilih dan menjalankan kepemimpinan. Dengan integritas, amanat publik akan terjaga dengan sempurna demi kemajuan bangsa.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
