Kehidupan dunia sejatinya merupakan perjalanan singkat menuju keabadian. Setiap manusia pasti akan menempuh perjalanan pulang menuju Sang Pencipta. Dalam perjalanan panjang tersebut, kita membutuhkan persiapan yang matang agar tidak tersesat atau kekurangan bekal. Salah satu cara paling efektif untuk menyiapkan “bekal pulang” tersebut adalah dengan membangun interaksi harian dengan Al-Quran secara konsisten.
Al-Quran bukan sekadar kumpulan teks suci yang tersimpan di rak buku. Kitabullah ini merupakan pedoman hidup, cahaya dalam kegelapan, serta teman sejati bagi orang mukmin. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari rutinitas, kita sedang menanam investasi besar untuk kehidupan akhirat kelak.
Mengapa Al-Quran Menjadi Bekal Terbaik?
Interaksi harian dengan Al-Quran memberikan dampak luar biasa bagi jiwa dan raga. Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai keutamaan membaca kitab suci ini. “Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya,” demikian bunyi kutipan hadis riwayat Muslim yang sangat masyhur.
Syafaat inilah yang menjadi aset paling berharga saat kita menghadap Allah SWT. Al-Quran akan membela para pecintanya di saat tidak ada lagi pertolongan lain yang tersedia. Selain sebagai pembela di akhirat, Al-Quran juga memberikan ketenangan batin selama kita menjalani ujian di dunia. Orang yang akrab dengan firman Allah akan memiliki cara pandang yang lebih bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan hidup.
Tahapan Membangun Interaksi dengan Al-Quran
Membangun kebiasaan baru memang memerlukan tekad yang kuat. Anda tidak perlu memulai dengan target yang langsung besar. Mulailah dengan langkah-langkah kecil namun dilakukan secara terus-menerus (istiqamah). Berikut adalah tahapan yang bisa Anda tempuh:
1. Menyisihkan Waktu Secara Khusus
Jangan membaca Al-Quran hanya saat Anda memiliki waktu luang. Sebaliknya, luangkanlah waktu khusus untuk berinteraksi dengan ayat-ayat-Nya. Waktu fajar atau setelah salat subuh merupakan saat paling berkah untuk memulai tilawah. Pikiran yang masih segar membuat ayat-ayat suci lebih mudah meresap ke dalam sanubari.
2. Memulai dengan Tilawah Ringan
Targetkan jumlah ayat yang sanggup Anda baca setiap hari. Misalnya, Anda memulai dengan satu halaman per hari atau satu ain setiap selesai salat fardu. Konsistensi dalam kuantitas kecil jauh lebih baik daripada membaca banyak namun hanya sekali dalam setahun.
3. Melakukan Tadabbur (Memahami Makna)
Membaca teks Arab memberikan pahala, namun memahami maknanya memberikan hidayah. Cobalah membaca terjemahan dari ayat yang baru saja Anda tilawah. Tadabbur membantu kita memahami pesan cinta dari Allah. Dengan memahami maknanya, Al-Quran akan berfungsi sebagai kompas yang mengarahkan setiap langkah kaki kita.
Mengubah Interaksi Menjadi Amalan Nyata
Interaksi harian dengan Al-Quran seharusnya tidak berhenti pada lisan dan pikiran saja. Esensi dari membaca Al-Quran adalah mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Al-Quran melarang sifat sombong, maka pembacanya harus berusaha rendah hati. Ketika Al-Quran memerintahkan kejujuran, maka pembacanya wajib menjaga integritas dalam bekerja.
Al-Quran harus menjadi standar moral dalam setiap keputusan yang kita ambil. Jika seseorang rutin membaca Al-Quran namun akhlaknya tidak berubah, maka ia perlu mengevaluasi kualitas interaksinya. Bekal pulang yang sesungguhnya adalah transformasi karakter yang terjadi akibat sentuhan cahaya ilahi dari ayat-ayat tersebut.
Al-Quran Sebagai Penawar Hati
Dunia modern seringkali membuat manusia merasa hampa dan stres. Tekanan pekerjaan dan masalah sosial kerap menguras energi mental. Di sinilah peran Al-Quran sebagai syifa atau penawar. Interaksi harian dengan Al-Quran mampu menurunkan tingkat kecemasan secara signifikan. Getaran suara saat membaca Al-Quran memberikan efek relaksasi pada sistem saraf manusia.
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,” kutipan dari Surah Ar-Ra’d ayat 28 ini menegaskan posisi Al-Quran sebagai sumber kedamaian. Saat hati tenang, kita bisa berpikir lebih jernih dan beribadah dengan lebih khusyuk. Ketenangan inilah yang akan kita bawa hingga hembusan napas terakhir sebagai bagian dari husnul khatimah.
Kesimpulan: Mulailah Hari Ini
Menyiapkan bekal pulang adalah tugas seumur hidup. Kita tidak pernah tahu kapan waktu kepulangan itu tiba. Oleh karena itu, menjadikan Al-Quran sebagai pendamping harian adalah pilihan paling cerdas bagi setiap muslim. Jangan tunda untuk membuka mushaf Anda sekarang juga.
Jadikan setiap huruf yang Anda baca sebagai saksi kebaikan di pengadilan akhirat. Jadikan setiap detik yang Anda habiskan bersama Al-Quran sebagai cahaya yang menerangi kubur Anda nantinya. Dengan interaksi yang tulus, Al-Quran akan menuntun Anda pulang menuju surga-Nya dengan penuh kemuliaan.
Mari kita berazam untuk tidak membiarkan satu hari pun berlalu tanpa menyapa firman-Nya. Sebab, bekal terbaik bukanlah harta yang kita tumpuk, melainkan kedekatan kita dengan Sang Pemilik Kehidupan melalui kitab suci-Nya.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
