Manusia selalu mengejar kebahagiaan dalam setiap hembusan napas mereka. Banyak orang mengira harta melimpah merupakan kunci utama kebahagiaan. Sebagian lagi menganggap jabatan tinggi atau popularitas sebagai puncak kepuasan hidup. Namun, kenyataan seringkali menunjukkan hal yang berbeda. Banyak orang kaya justru merasa hampa dan gelisah dalam kesehariannya.
Lantas, di mana letak kebahagiaan yang sesungguhnya? Al-Qur’an memberikan jawaban yang sangat jernih mengenai rahasia ini. Surah Ar-Ra’d memberikan panduan spiritual bagi setiap jiwa yang sedang mencari ketenangan. Wahyu Allah ini menuntun kita memahami bahwa bahagia bukan berasal dari faktor eksternal semata.
Rahasia Ketenangan dalam Ayat 28
Puncak pembahasan mengenai kebahagiaan dalam surah ini terletak pada ayat ke-28. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Kutipan tersebut menegaskan satu poin penting: sumber ketenangan adalah interaksi batin dengan Sang Pencipta. Kata thuma’ninah dalam ayat ini merujuk pada kondisi hati yang stabil. Hati tersebut tidak lagi bergejolak oleh keraguan atau ketakutan duniawi. Allah mengaitkan ketenangan ini secara langsung dengan aktivitas mengingat-Nya atau dzikrullah.
Mengapa Mengingat Allah Menghasilkan Bahagia?
Secara psikologis, manusia sering merasa cemas karena rasa tidak berdaya. Kita merasa takut akan masa depan yang belum pasti. Kita juga sering menyesali masa lalu yang sudah terlewati. Namun, saat seseorang mengingat Allah, ia menyadari bahwa seluruh alam semesta berada dalam kendali-Nya.
Kesadaran ini melahirkan rasa tawakal yang kuat. Orang yang beriman memahami bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung. Keyakinan inilah yang mengusir kegelisahan dari dalam dada. Mereka tidak lagi merasa sendirian dalam menghadapi ujian hidup yang berat. Inilah makna bahagia dalam Surah Ar-Ra’d yang melampaui batas materi.
Dzikir Sebagai Nutrisi Utama Hati
Tubuh manusia membutuhkan makanan untuk tetap berenergi. Begitu pula dengan hati yang memerlukan nutrisi spiritual agar tetap sehat. Dzikir bukan sekadar ucapan lisan yang berulang-ulang tanpa makna. Dzikir yang sejati melibatkan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
Ketika seseorang rutin berdzikir, ia sedang menyambungkan frekuensi jiwanya dengan kebenaran mutlak. Kondisi ini membuat masalah dunia yang besar tampak kecil di matanya. Ia tidak mudah goyah oleh pujian manusia. Ia juga tidak akan hancur karena cacian orang lain. Kebahagiaannya bersumber dari dalam diri, bukan dari validasi pihak luar.
Implementasi Kebahagiaan dalam Kehidupan Modern
Dunia modern saat ini penuh dengan distraksi yang menguras mental. Media sosial seringkali menjadi pemicu rasa iri dan ketidakpuasan diri. Kita terus membandingkan kehidupan kita dengan standar palsu orang lain. Surah Ar-Ra’d mengajak kita kembali ke fitrah yang tenang.
Langkah pertama untuk meraih bahagia adalah memperbaiki kualitas iman. Tanpa iman, dzikir hanyalah sebuah rutinitas mekanis yang hampa. Langkah kedua adalah meluangkan waktu khusus untuk mengingat Allah di tengah kesibukan. Shalat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an merupakan bentuk dzikir yang paling utama.
Seseorang yang memahami makna bahagia dalam Surah Ar-Ra’d akan memiliki mental yang tangguh. Ia mensyukuri nikmat sekecil apa pun yang ia terima. Sebaliknya, ia tetap bersabar saat menghadapi musibah yang melanda. Inilah kondisi nafsul mutmainnah atau jiwa yang tenang.
Kesimpulan
Kebahagiaan sejati tidak terletak pada apa yang kita miliki secara fisik. Bahagia merupakan kondisi hati yang terpaut erat dengan Allah Ta’ala. Surah Ar-Ra’d telah memberikan peta jalan yang sangat jelas bagi kita semua.
Jangan mencari bahagia pada tempat yang salah dan fana. Carilah ia di dalam kedekatan kita dengan Sang Pemilik Kebahagiaan. Mari kita basahi lisan dan hati dengan dzikir setiap saat. Dengan demikian, ketenangan hakiki akan selalu menyertai setiap langkah hidup kita. Ingatlah selalu janji Allah, bahwa hanya dengan mengingat-Nya hati akan menemukan kedamaian yang sesungguhnya.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
