Kesehatan
Beranda » Berita » Menahan Marah dan Kesehatan Jantung: Tafsir Sains Hadis “Jangan Marah”

Menahan Marah dan Kesehatan Jantung: Tafsir Sains Hadis “Jangan Marah”

Rasulullah SAW memberikan nasihat singkat namun sangat mendalam kepada seorang sahabat yang meminta wasiat. Beliau bersabda, “Janganlah engkau marah,” dan mengulanginya berkali-kali (HR. Bukhari). Pesan ini bukan sekadar anjuran moral untuk menjaga etika sosial. Secara medis Manfaat menahan marah bagi jantung, perintah menahan amarah merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah manusia.

Makna Mendalam Hadis “Jangan Marah”

Dalam literatur Islam, hadis ini menunjukkan bahwa pengendalian diri adalah puncak kekuatan seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara spiritual, menahan amarah menjanjikan balasan yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam kutipan lain:

“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani).

Kepastian Hukum dan Jalan Demokrasi Desa Balusu

Namun, di balik janji ukhrawi tersebut, terdapat manfaat biologis yang sangat nyata bagi tubuh fisik kita, terutama organ jantung.

Respon Biologis Saat Tubuh Marah

Ketika seseorang merasakan amarah yang meluap, otak mengirimkan sinyal bahaya ke seluruh tubuh. Kelenjar adrenal segera melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol secara masif. Hormon-hormon ini memicu kondisi yang ilmuwan sebut sebagai respons fight or flight.

Adrenalin meningkatkan denyut jantung dengan sangat cepat agar darah mengalir deras ke otot-otot besar. Kortisol meningkatkan kadar gula darah sebagai sumber energi instan. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh akan mengalami kelelahan kronis. Jantung bekerja terlalu keras melampaui batas normalnya, yang kemudian memicu kerusakan jangka panjang pada sistem kardiovaskular.

Bagaimana Amarah Merusak Jantung Anda?

Penelitian medis modern mengungkapkan bahwa amarah yang meledak-ledak meningkatkan risiko serangan jantung hingga berkali-kali lipat. Saat Anda marah, tekanan darah melonjak secara mendadak. Tekanan yang ekstrem ini dapat melukai dinding pembuluh darah arteri (endotel).

Luka pada dinding arteri memicu peradangan dan mempercepat pembentukan plak kolesterol. Jika plak ini pecah akibat tekanan darah yang tinggi, maka akan terjadi penyumbatan total. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama serangan jantung koroner maupun stroke emboli secara tiba-tiba.

Taman Laut dan Amanah yang Terlupakan: Refleksi Ekologis dari Pesisir Bengkalis

Penelitian dalam European Heart Journal menyebutkan bahwa risiko serangan jantung meningkat lima kali lipat dalam dua jam setelah ledakan kemarahan. Hal ini membuktikan bahwa wasiat Rasulullah SAW untuk “Jangan Marah” adalah tindakan preventif medis yang sangat akurat.

Solusi Nabawi dalam Tinjauan Medis

Islam tidak hanya melarang amarah, tetapi juga memberikan teknik manajemen emosi yang sangat logis secara sains. Rasulullah SAW mengajarkan beberapa langkah praktis saat amarah melanda:

  1. Mengubah Posisi Tubuh: Jika sedang berdiri maka duduklah, dan jika sedang duduk maka berbaringlah. Secara medis, mengubah posisi tubuh membantu menurunkan frekuensi detak jantung dan menstabilkan tekanan darah secara perlahan.

  2. Diam (Menjaga Lisan): Berhenti berbicara mencegah ekskalasi konflik yang memicu produksi adrenalin lebih lanjut.

  3. Berwudu: Air memiliki efek termoregulasi yang mendinginkan suhu tubuh. Suhu tubuh yang sejuk membantu menenangkan sistem saraf parasimpatis, yang bertugas meredam efek hormon stres.

    Keutamaan Malam Nisyfu Sya’ban: Teladan Ibadah Rasulullah dan Warisan Para Ulama

Menahan Marah sebagai Gaya Hidup Sehat

Sains membuktikan bahwa orang yang memiliki sifat pemaaf dan tenang memiliki harapan hidup lebih lama. Menahan marah bukan berarti memendam emosi negatif hingga menjadi penyakit. Menahan marah berarti mengelola persepsi otak agar tidak merespons setiap masalah dengan kemarahan yang destruktif.

Dengan mengikuti sunah “Jangan Marah”, Anda sedang melakukan investasi kesehatan jangka panjang. Jantung Anda akan berdetak lebih stabil, pembuluh darah tetap lentur, dan kualitas hidup meningkat secara signifikan. Islam telah memberikan panduan kesehatan jantung yang paripurna melalui kesabaran dan pengendalian diri sejak 14 abad silam.

Kesimpulannya, setiap kali Anda memilih untuk bersabar saat terpancing emosi, Anda sedang menyelamatkan jantung Anda dari kerusakan. Hadis Rasulullah SAW adalah resep medis yang luar biasa untuk menjaga keharmonisan jiwa dan raga. Mari kita terapkan pola hidup sehat dengan manajemen amarah sesuai petunjuk Nabi.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.