Khazanah
Beranda » Berita » Narsisme Terselubung: Bahaya Ujub (Kagum Diri) Bagi Kesehatan Psikologis

Narsisme Terselubung: Bahaya Ujub (Kagum Diri) Bagi Kesehatan Psikologis

Banyak orang mengira narsisme selalu berkaitan dengan individu yang berisik, sombong, dan suka memamerkan pencapaiannya. Namun, dunia psikologi mengenal jenis lain yang jauh lebih berbahaya karena sifatnya yang halus, yakni narsisme terselubung. Dalam literatur spiritual, kondisi ini sering berkaitan erat dengan penyakit hati bernama ujub atau rasa kagum yang berlebihan terhadap diri sendiri.

Mengenal Narsisme Terselubung

Narsisme terselubung atau covert narcissism berbeda dengan narsisme ekshibisionis yang tampak mencolok. Pelakunya mungkin terlihat rendah hati, pemalu, atau bahkan sangat sensitif terhadap kritik. Namun, di balik topeng tersebut, mereka menyimpan rasa superioritas yang sangat tinggi. Mereka merasa dunia berutang banyak kepada mereka, meskipun mereka tidak mengatakannya secara lugas.

Sifat ini sangat berbahaya karena sulit dideteksi oleh orang terdekat. Mereka memanipulasi lingkungan dengan peran sebagai “korban” atau playing victim. Hal ini mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian dan validasi tanpa harus terlihat haus kekuasaan.

Bahaya Ujub dalam Perspektif Psikologis

Dalam konteks yang serupa, ujub merujuk pada kondisi seseorang yang merasa bangga atas kelebihan dirinya tanpa menyadari bahwa hal tersebut adalah titipan. Seseorang yang terjebak dalam ujub akan memandang rendah orang lain dalam diam. Secara psikologis, ini menciptakan jurang pemisah antara individu tersebut dengan realitas sosial yang sehat.

Kagum diri yang berlebihan merusak struktur mental karena membangun ekspektasi yang tidak realistis. Ketika seseorang merasa paling hebat, mereka akan mudah merasa kecewa saat lingkungan tidak memberikan apresiasi yang setara. Hal ini memicu kecemasan kronis dan depresi yang bersumber dari ego yang rapuh.

Kepastian Hukum dan Jalan Demokrasi Desa Balusu

Dampak Negatif bagi Kesehatan Mental

Seseorang yang memiliki sifat narsisme terselubung dan ujub sering kali mengalami konflik batin yang melelahkan. Berikut adalah beberapa dampak negatifnya bagi kesehatan psikologis:

  1. Kerapuhan Harga Diri: Meskipun terlihat tenang, harga diri mereka sangat bergantung pada penilaian orang lain. Satu kritik kecil saja dapat meruntuhkan stabilitas emosi mereka.

  2. Ketidakmampuan Berempati: Mereka terlalu fokus pada perasaan dan kebutuhan sendiri. Akibatnya, mereka gagal membangun hubungan yang tulus dan bermakna dengan orang lain.

  3. Rasa Iri yang Mendalam: Mereka sulit melihat keberhasilan orang lain karena menganggap kesuksesan tersebut seharusnya menjadi milik mereka.

  4. Kelelahan Emosional: Mempertahankan citra “sempurna namun rendah hati” memerlukan energi mental yang sangat besar.

    Taman Laut dan Amanah yang Terlupakan: Refleksi Ekologis dari Pesisir Bengkalis

Seorang ahli pernah menyatakan sebuah kutipan yang sangat relevan dengan kondisi ini:

“Ujub adalah saat seseorang merasa dirinya memiliki kelebihan dan melupakan bahwa semua itu berasal dari Sang Pencipta. Hal ini menjadi racun yang mematikan bagi keikhlasan dan kesehatan jiwa.”

Mengapa Sifat Ini Sulit Disembuhkan?

Sifat narsisme terselubung dan ujub sulit sembuh karena penderita merasa tidak memiliki masalah. Mereka sering menganggap diri mereka sebagai orang yang paling tulus atau paling menderita. Penyangkalan ini menjadi tembok besar yang menghalangi proses penyembuhan psikologis. Tanpa kesadaran diri yang jujur, seseorang akan terus terjebak dalam lingkaran manipulasi dan kekecewaan.

Langkah Mengatasi Narsisme Terselubung dan Ujub

Memperbaiki kesehatan mental dari jeratan kagum diri membutuhkan keberanian untuk berkaca pada kekurangan diri. Anda harus mulai melatih empati dengan mendengarkan orang lain secara tulus tanpa membandingkannya dengan diri sendiri.

Selain itu, praktik bersyukur secara benar dapat mengikis sifat ujub. Sadarilah bahwa setiap pencapaian melibatkan peran orang lain dan faktor eksternal. Jika Anda merasa gejala ini mulai mengganggu hubungan sosial, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental adalah langkah yang sangat bijak. Psikolog dapat membantu Anda membongkar pola pikir narsistik dan membangun kepercayaan diri yang lebih sehat dan realistis.

Keutamaan Malam Nisyfu Sya’ban: Teladan Ibadah Rasulullah dan Warisan Para Ulama

Kesimpulan

Narsisme terselubung dan ujub bukan sekadar masalah kepribadian biasa. Keduanya adalah ancaman nyata bagi kesehatan psikologis yang dapat merusak kualitas hidup pelakunya. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kita dapat melindungi kesehatan mental dan membangun karakter yang lebih rendah hati serta autentik. Hindari rasa kagum diri yang berlebihan agar jiwa tetap tenang dan hubungan sosial tetap terjaga dengan harmonis.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.