Banyak manusia menghabiskan seluruh waktu hidupnya hanya untuk mengejar tumpukan harta benda. Mereka percaya bahwa saldo rekening yang besar akan menjamin kebahagiaan yang abadi. Namun, kenyataan seringkali menunjukkan hal yang sebaliknya kepada kita semua. Banyak orang kaya justru merasa hampa dan terus merasa kurang meski memiliki segalanya. Di sinilah Islam menawarkan sebuah konsep luar biasa yang kita kenal dengan sebutan Qanaah. Dimana Qanaah Kunci Kebahagiaan
Qanaah merupakan sikap merasa cukup atas segala pemberian Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini bukan berarti kita harus menjadi malas atau berhenti bekerja keras. Sebaliknya, Qanaah adalah kondisi hati yang stabil saat menerima hasil dari setiap ikhtiar kita. Orang yang memiliki sifat Qanaah tidak akan membiarkan nafsu duniawi mengendalikan kesehatan mental dan jiwanya.
Makna Kekayaan yang Sesungguhnya
Dunia modern seringkali salah kaprah dalam mendefinisikan apa itu arti kekayaan yang sebenarnya. Kita sering menilai kesuksesan seseorang hanya dari merek mobil atau kemewahan rumah yang mereka tinggali. Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan standar kekayaan yang sangat berbeda bagi umat manusia. Beliau menekankan bahwa letak kekayaan bukan pada fisik, melainkan pada kondisi batiniah seseorang.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat populer:
“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kutipan ini menjelaskan bahwa harta yang melimpah tidak akan pernah memuaskan hati yang tamak. Sebaliknya, hati yang selalu bersyukur akan merasa sangat kaya meskipun hanya memiliki fasilitas yang sangat terbatas. Kekayaan hati membuat seseorang tidak mudah merasa iri terhadap pencapaian orang lain di media sosial. Ia fokus pada apa yang ia miliki, bukan pada apa yang belum ia raih.
Mengapa Qanaah Membuat Anda Menjadi Orang Paling Kaya?
Orang yang mengamalkan Qanaah adalah orang yang paling beruntung di muka bumi ini. Mereka memiliki “tabungan” kedamaian yang tidak bisa dibeli dengan mata uang apapun. Ketika seseorang merasa cukup, ia sebenarnya telah memutus rantai keinginan yang tidak ada ujungnya. Keinginan manusia itu ibarat meminum air laut; semakin kita minum, maka rasa haus akan semakin bertambah.
Seorang mukmin yang Qanaah akan menjalani hidup dengan penuh rasa tenang dan lapang dada. Ia tidak akan terjerat dalam perlombaan pamer kekayaan yang melelahkan fisik serta pikiran. Ia menyadari bahwa setiap rezeki sudah memiliki takarannya masing-masing dan tidak akan pernah tertukar. Keyakinan kuat ini menghindarkan dirinya dari penyakit stres, depresi, dan kecemasan berlebihan terhadap masa depan ekonomi.
Rasulullah SAW juga memberikan motivasi bagi siapa saja yang merasa cukup dengan harinya:
“Barangsiapa di antara kalian di pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dianugerahkan kepadanya.” (HR. Tirmidzi).
Cara Menanamkan Sifat Qanaah dalam Diri
Menanamkan sifat Qanaah memang memerlukan latihan spiritual yang konsisten dan berkelanjutan setiap harinya. Langkah pertama yang paling efektif adalah dengan selalu melihat orang yang posisinya berada di bawah kita. Dalam urusan dunia, janganlah kita terlalu sering mendongak melihat orang yang lebih mewah hidupnya. Jika kita selalu melihat ke atas, maka kita akan selalu merasa kekurangan dan tidak beruntung.
Langkah kedua adalah dengan menyadari bahwa semua harta di dunia ini hanyalah titipan sementara. Kita lahir tanpa membawa apa-apa dan kita akan kembali ke tanah tanpa membawa harta benda. Kesadaran akan kefanaan dunia ini akan membantu kita untuk tidak terlalu terobsesi mengejar materi. Gunakanlah harta sebagai sarana ibadah, bukan sebagai tujuan utama hidup yang mematikan hati nurani.
Selanjutnya, perbanyaklah mengucap syukur atas hal-hal kecil yang seringkali kita anggap remeh. Nafas yang segar, tubuh yang sehat, dan keluarga yang harmonis adalah kemewahan yang sangat luar biasa. Seringkali kita baru menyadari nilai kesehatan saat kita sedang terbaring lemah di rumah sakit yang mahal. Dengan bersyukur, Allah SWT berjanji akan menambah nikmat-nikmat lainnya kepada hamba-Nya yang tahu berterima kasih.
Penutup: Meraih Bahagia dengan Qanaah
Qanaah adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan sejati di dunia dan juga di akhirat. Jadilah pribadi yang bekerja keras namun tetap memiliki hati yang tenang dan penuh rasa syukur. Ingatlah bahwa menjadi orang paling kaya tidak harus memiliki tumpukan emas yang sangat tinggi. Cukuplah memiliki hati yang merasa puas dengan pemberian Sang Pencipta, maka Anda adalah orang terkaya.
Mari kita mulai hari ini dengan senyuman dan keyakinan bahwa rezeki hari ini sudah cukup. Jangan biarkan bayang-bayang ketakutan akan kemiskinan merampas kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan saat ini juga. Dengan Qanaah, hidup akan terasa jauh lebih ringan, indah, dan penuh dengan keberkahan dari Allah SWT.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
