Kesehatan
Beranda » Berita » Tidur Sesuai Sunnah: Mengembalikan Ritme Alami Tubuh Manusia

Tidur Sesuai Sunnah: Mengembalikan Ritme Alami Tubuh Manusia

Banyak orang modern mengalami gangguan tidur atau insomnia setiap malam. Tekanan pekerjaan dan penggunaan gawai menjadi penyebab utama masalah ini. Padahal, tubuh manusia membutuhkan istirahat yang berkualitas untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Islam memberikan solusi sempurna melalui pola tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW. Pola ini ternyata sangat selaras dengan ilmu kesehatan modern mengenai ritme sirkadian tubuh.

Pentingnya Mengatur Waktu Tidur

Rasulullah SAW sangat memperhatikan waktu istirahat beliau. Beliau membiasakan diri untuk tidur segera setelah menunaikan shalat Isya. Kebiasaan ini membantu tubuh mendapatkan durasi istirahat yang cukup sebelum waktu Tahajud tiba.

Dalam sebuah hadis, Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menghindari obrolan yang tidak bermanfaat setelah Isya sangat membantu kualitas tidur. Tubuh dapat memulai proses detoksifikasi lebih awal dan lebih maksimal. Dengan tidur lebih cepat, Anda akan lebih mudah bangun pada sepertiga malam terakhir.

Kepastian Hukum dan Jalan Demokrasi Desa Balusu

Posisi Tidur Terbaik untuk Kesehatan

Salah satu sunnah yang sangat populer adalah posisi tidur menyamping ke kanan. Secara medis, posisi ini memiliki manfaat luar biasa bagi organ dalam manusia. Posisi ini mengurangi beban jantung karena tidak tertindih oleh paru-paru bagian kiri. Selain itu, posisi ini membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan selama kita terlelap.

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Al-Bara bin Azib:

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lambung juga akan berada dalam posisi yang lebih stabil dengan miring ke kanan. Hal ini memperlancar proses pencernaan sisa makanan dari malam hari. Anda akan merasakan tubuh yang lebih segar saat terbangun pada pagi hari.

Menjaga Kesucian Sebelum Beristirahat

Sebelum memejamkan mata, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menjaga kesucian diri. Berwudhu sebelum tidur merupakan langkah preventif untuk menjaga kebersihan lahir dan batin. Wudhu memberikan efek relaksasi pada otot-otot yang tegang setelah seharian bekerja. Air wudhu yang membasuh wajah dan anggota tubuh lainnya memberikan sinyal tenang bagi otak.

Taman Laut dan Amanah yang Terlupakan: Refleksi Ekologis dari Pesisir Bengkalis

Selain berwudhu, kita juga disunnahkan untuk membersihkan tempat tidur. Kita sebaiknya mengibas tempat tidur menggunakan kain sebanyak tiga kali. Langkah sederhana ini memastikan tempat tidur bersih dari kotoran atau serangga berbahaya. Tindakan ini merupakan bentuk kewaspadaan yang diajarkan oleh Islam sejak ribuan tahun lalu.

Melakukan Dzikir dan Doa

Kegiatan spiritual sebelum tidur memiliki dampak besar bagi kesehatan mental. Membaca ayat kursi dan surat-surat pendek memberikan perlindungan psikologis bagi seseorang. Dzikir menenangkan sistem saraf pusat sehingga detak jantung menjadi lebih stabil. Hal ini sangat efektif untuk mengatasi stres atau kecemasan yang sering muncul malam hari.

Tidur bukan sekadar mematikan kesadaran manusia secara sementara. Bagi seorang Muslim, tidur adalah ibadah untuk mengumpulkan energi guna berbakti kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, mengawali tidur dengan doa adalah hal yang sangat esensial. Doa menghubungkan hamba dengan Tuhannya bahkan saat mereka tidak sadarkan diri.

Harmonisasi dengan Ritme Sirkadian

Sains modern mengenal istilah ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Jam biologis ini mengatur kapan tubuh harus bekerja dan kapan harus beristirahat. Tidur sesuai sunnah sangat mendukung kerja hormon melatonin dalam tubuh manusia. Hormon melatonin hanya berproduksi secara maksimal pada kondisi ruangan yang gelap dan tenang.

Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk mematikan lampu saat hendak tidur. Secara medis, cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon melatonin yang penting bagi kekebalan tubuh. Dengan mengikuti sunnah, kita sebenarnya sedang melakukan terapi kesehatan yang sangat murah. Tubuh akan mencapai fase tidur dalam (deep sleep) dengan lebih cepat dan konsisten.

Keutamaan Malam Nisyfu Sya’ban: Teladan Ibadah Rasulullah dan Warisan Para Ulama

Kesimpulan

Menerapkan pola tidur sesuai sunnah mendatangkan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan kebugaran fisik yang optimal. Mulailah memperbaiki jam tidur Anda mulai malam ini dengan mengikuti petunjuk Nabi. Rasakan perubahan positif pada energi dan suasana hati Anda setiap harinya. Tidur yang sehat adalah kunci untuk hidup yang lebih produktif dan bermakna.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.