Kehadiran Asisten Rumah Tangga (ART) memberikan bantuan besar bagi banyak keluarga urban saat ini. Mereka mengurus kebersihan rumah, memasak, hingga menjaga anak-anak kita dengan penuh dedikasi. Namun, seringkali kita terjebak dalam pola pikir yang salah terhadap mereka. Banyak orang masih memandang ART sebagai pelayan rendahan atau bahkan memperlakukan mereka layaknya budak. Padahal, memuliakan asisten rumah tangga adalah cermin martabat kita sebagai manusia yang beradab.
Mengubah Paradigma: Mereka Adalah Saudara
Kita perlu mengubah sudut pandang dalam melihat posisi ART di dalam rumah. ART bukanlah mesin yang bekerja tanpa rasa lelah selama dua puluh empat jam. Mereka adalah mitra yang membantu kelancaran urusan domestik keluarga kita. Tanpa bantuan mereka, rutinitas harian kita mungkin akan berantakan dan sangat melelahkan.
Memuliakan asisten rumah tangga berarti memandang mereka sebagai bagian dari anggota keluarga besar. Islam sendiri mengajarkan penganutnya untuk memperlakukan pekerja dengan sangat baik. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Mereka (para budak/pekerja) adalah saudara-saudaramu yang Allah jadikan di bawah kekuasaanmu. Maka barangsiapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya, hendaklah ia memberinya makan dari apa yang ia makan dan memberinya pakaian dari apa yang ia pakai. Janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka, maka bantulah mereka.” (HR. Bukhari).
Kutipan ini menegaskan bahwa kesetaraan martabat adalah prinsip utama dalam hubungan kerja domestik. Kita tidak boleh membedakan kualitas makanan atau tempat tinggal mereka secara drastis.
Penuhi Hak dan Kesejahteraan Mereka
Langkah nyata dalam memuliakan asisten rumah tangga adalah dengan memenuhi hak-hak mereka secara tepat waktu. Jangan pernah menunda pembayaran gaji yang telah menjadi hak mereka. Pastikan nilai upah tersebut sesuai dengan kesepakatan dan beban kerja yang mereka tanggung.
Selain gaji, berikanlah waktu istirahat yang cukup setiap harinya. ART membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan mental mereka. Jangan membebani mereka dengan pekerjaan tambahan di luar jam kerja tanpa kompensasi yang adil. Memberikan jaminan kesehatan atau bantuan biaya medis juga menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi mereka.
Komunikasi yang Santun dan Manusiawi
Cara kita berbicara mencerminkan cara kita menghargai seseorang. Gunakanlah bahasa yang sopan dan nada bicara yang tenang saat memberikan instruksi. Hindari membentak atau menggunakan kata-kata kasar meskipun mereka melakukan kesalahan. Manusia tidak pernah luput dari kekhilafan, termasuk kita sebagai majikan.
Ajaklah mereka berdialog untuk mendengar kendala yang mereka hadapi dalam bekerja. Komunikasi dua arah akan menciptakan rasa saling percaya dan keterbukaan. Jika mereka merasa dihargai, mereka akan bekerja dengan lebih tulus dan penuh tanggung jawab. Rasa aman secara emosional membuat mereka betah bekerja dalam jangka waktu lama.
Memberikan Kesempatan untuk Berkembang
Memuliakan asisten rumah tangga juga berarti mendukung pertumbuhan pribadi mereka. Berikan mereka kesempatan untuk beribadah sesuai keyakinannya tanpa hambatan. Jika memungkinkan, izinkan mereka mengikuti kursus keterampilan atau melanjutkan pendidikan informal.
Kita harus menyadari bahwa profesi ART mungkin hanyalah jembatan bagi mereka untuk mencapai hidup yang lebih baik. Dengan membantu mereka berkembang, kita sedang melakukan investasi kemanusiaan yang sangat mulia. Jangan merasa takut kehilangan tenaga mereka jika suatu saat mereka menjadi lebih mandiri dan sukses.
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat
Lingkungan rumah yang harmonis sangat bergantung pada bagaimana penghuninya berinteraksi. Ajarkan anak-anak kita untuk menghormati ART sejak usia dini. Jangan biarkan anak-anak memerintah ART dengan seenaknya atau berperilaku tidak sopan. Anak harus memahami bahwa ART adalah orang dewasa yang perlu mereka hormati di dalam rumah.
Ketika semua anggota keluarga memuliakan asisten rumah tangga, maka terciptalah atmosfer yang positif. Keikhlasan ART dalam bekerja akan membawa keberkahan dan ketenangan bagi seluruh isi rumah. Ingatlah, mereka meninggalkan keluarga mereka sendiri demi membantu keluarga kita. Pengorbanan tersebut layak kita balas dengan kasih sayang dan penghargaan setinggi-tingginya.
Sebagai penutup, marilah kita senantiasa memanusiakan manusia. ART adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik pintu rumah kita. Perlakukan mereka sebagai saudara, penuhi haknya, dan jaga martabatnya. Dengan cara inilah, kita membangun peradaban yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga kita sendiri.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
