SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khazanah
Beranda » Berita » Menjalankan Sunnah Nabi tidak dengan Kekakuan, tetapi dengan Kemampuan

Menjalankan Sunnah Nabi tidak dengan Kekakuan, tetapi dengan Kemampuan

Menjalankan Sunnah Nabi tidak dengan kekakuan, tetapi dengan kemampuan
Menjalankan Sunnah Nabi tidak dengan kekakuan, tetapi dengan kemampuan

 

SURAU.CO – Sunnah Nabi SAW adalah cahaya penuntun bagi kehidupan, namun cahaya itu tidak pernah dimaksudkan untuk membakar jiwa yang belum siap menampungnya. Rasulullah SAW datang membawa rahmat, bukan beban, membawa kemudahan, bukan kesempitan. Karena itu, menjalankan sunnah bukanlah soal memaksa diri hingga kaku, melainkan soal menumbuhkan kesadaran sesuai kemampuan yang Alloh anugerahkan pada tiap hamba.

Kekakuan dalam beragama sering lahir dari keinginan terlihat sempurna di mata manusia, bukan dari kejujuran hati di hadapan Allah.

Padahal, Nabi SAW sendiri memberi teladan tidak kekakuan, beliau mempersingkat sholat ketika menjadi imam karena mempertimbangkan kondisi makmum, beliau memilih yang lebih mudah selama tidak mengandung dosa. Kita harus menjalankan sunnah dengan hikmah, bukan dengan paksaan.

Kemampuan setiap manusia berbeda fisik, mental, waktu, dan keadaan hidupnya. Kita bisa mulai menghidupkan sunnah dari hal-hal kecil yang kita mampu, seperti senyum tulus, jujur, menepati janji, dan lain-lain.

Dizalimi Tidak Selalu Rugi

Akhlak yang Lembut dan Konsisten

Sunnah tidak selalu tampak besar dalam ritual, tetapi sering hadir dalam akhlak yang lembut dan konsisten.

Menjalankan sunnah dengan kemampuan berarti berjalan bertahap (tadarruj), menjaga kesinambungan (istiqomah), dan merawat niat (ikhlas).

Sedikit namun terus-menerus lebih dicintai Alloh daripada banyak tetapi memberatkan dan terputus. Ketika kemampuan bertambah, sunnah pun tumbuh alami bukan sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan jiwa.

Pada akhirnya, sunnah Nabi SAW adalah jalan pemanusiaan manusia. Ia mengajarkan kita untuk taat tanpa kehilangan welas asih, disiplin tanpa kehilangan keluwesan, dan beribadah tanpa mematikan rasa.

Dengan demikian, sunnah hidup dalam diri mengalir lembut, menguatkan langkah, dan mendekatkan kita kepada Alloh sesuai kemampuan yang Dia kehendaki.

Bulan Syawal Hari ke 5, 6, 7, 9, 10 dan 8

 


Hikmah Ilmu

Nama nama malaikat yang disebutkan (tertulis) dan yang tidak tertulis di buku, beserta sumber rujukan kitabnya.

Kami sertakan surat ayat Al-Qur’an atau rujukan hadis (karena nomor halaman berbeda-beda tergantung cetakan kitab, sehingga dalam kajian ilmiah Islam rujukan standar adalah surat/ayat atau nomor hadis, bukan halaman).

A. 10 Malaikat yang Umum Dikenal (Disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis)

  1. Jibril (جبريل)

Penyampai wahyu

Kepribadian Muhammadiyah: Watak Tauhid yang Menggerakkan Peradaban

QS. Al-Baqarah: 97

“Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka sungguh dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah…”

  1. Mikail (ميكائيل)

Pengatur rezeki dan hujan

QS. Al-Baqarah: 98

  1. Israfil (إسرافيل)

Peniup sangkakala

Hadis Shahih Muslim no. 770

“…Israfil telah menempelkan sangkakala ke mulutnya…”

Pencabut Nyawa

  1. Izrail (عزرائيل) – disebut juga Malakul Maut

Pencabut nyawa

QS. As-Sajdah: 11

“Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu…”

(Nama Izrail berasal dari riwayat ulama, bukan disebut langsung dalam ayat)

  1. Munkar

Penanya di alam kubur

Hadis HR. Tirmidzi no. 1071

  1. Nakir

Penanya di alam kubur

Hadis HR. Abu Dawud no. 4753

  1. Raqib

Pencatat amal baik

QS. Qaf: 17

  1. Atid

Pencatat amal buruk

QS. Qaf: 17

  1. Malik

Penjaga neraka

QS. Az-Zukhruf: 77

“Dan mereka berseru: Wahai Malik, biarlah Tuhanmu membinasakan kami…”

  1. Ridwan

Penjaga surga

Disebut dalam hadis

Al-Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir, Jilid 2

(Nama Ridwan tidak disebut eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi diterima dalam ijma’ ulama)

Malaikat Khusus

B. Malaikat yang tidak Disebutkan Namanya Secara khusus

Jumlahnya sangat banyak, bahkan tidak terhitung, dan namanya tidak disebut satu per satu.

  1. Malaikat Pemikul ‘Arsy

QS. Al-Haqqah: 17

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat memikul ‘Arsy Tuhanmu…”

  1. Malaikat Penjaga Manusia

QS. Ar-Ra’d: 11

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya…”

  1. Malaikat Penjaga Neraka (Zabaniyah)

QS. Al-Muddatstsir: 30

“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

  1. Malaikat yang Bershalawat untuk Orang Beriman

QS. Al-Ahzab: 43

  1. Malaikat yang Mencatat Amal (umum, tanpa nama)

QS. Al-Infithar: 10–12

  1. Malaikat yang Turun pada Malam Lailatul Qadar

QS. Al-Qadr: 4

  1. Malaikat yang Mengelilingi Majelis Dzikir

Hadis Shahih Muslim no. 2689

  1. Jumlah Malaikat Sangat Banyak (tak terhitung)

QS. Al-Muddatsir: 31

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia…”

Catat waktuan Ilmiah

C. Catatan Ilmiah Penting

Al-Qur’an tidak pernah menyebut jumlah malaikat secara pasti

Tidak semua malaikat diberi nama

Iman kepada malaikat adalah iman global, bukan hafalan nama

Menyebut halaman kitab tidak baku, karena:

Cetakan berbeda

Terjemahan berbeda

Rujukan standar: Surat–Ayat / Nomor Hadis

D. Penutup

Semakin banyak malaikat yang tidak kita kenal namanya, semakin kecil alasan bagi manusia untuk menyombongkan pengetahuan dan amalnya.

Serta mohon koreksinya kepada sdr sdr ku apabila ada banyak kekurangan, karena keterbatasan saduran dan ilmu kami. (Bambang JB)


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.