Khazanah
Beranda » Berita » Pesan Dakwah: Menghitung Dosa (105)

Pesan Dakwah: Menghitung Dosa (105)

Pesan Dakwah: Menghitung Dosa (105)
Pesan Dakwah: Menghitung Dosa (105)

 

SURAU.CO – Pernahkan kita menghitung berapa dosa yang kita produksi setiap hari? Sangat jarang orang melakukannya. Bahkan ada yang merasa tidak pernah berbuat dosa. Berapa banyak dosa dari penglihatan, pendengaran, pikiran, hati, dan ucapan kita? Ada yang sudah merasa aman dengan ibadah shalat, sedekah, dan amal saleh lainnya yang dilaksanakan selama ini, tapi apakah kita yakin bahwa dosa yang tidak disadari setiap hari aman untuk kita? Setiap dosa pasti tercatat dan ada balasannya.

Kadang, tidak terasa kita berada di sekeliling orang yang berbuat dosa. Tempat sejumlah orang berkumpul membicarakan orang lain (ghibah) atau kadang tidak sengaja mencela orang lain. Pada keadaan lainnya, kita merasa diri paling benar dan orang lain salah semua, memandang remeh orang lain karena kedudukan dan jabatan, serta tidak menghargai pendapat orang lain karena tidak sesuai dengan pendapat kita. Semua kita anggap biasa saja dan menganggap itu bukan dosa.

Mendekatkan Diri Pada Surga

Allah sungguh Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Bagi siapa yang bertobat, menyesali perbuatannya, dan berniat untuk tidak mengulanginya pasti akan memperoleh ampunan. Namun, tentu akibat dosa bisa saja terasa dampaknya: hati yang selalu gelisah, jauh dari ketenangan, pikiran yang mengganggu, dan berbagai kesusahan hidup sebagai akibat dari suatu dosa. Sebaliknya, rasa takut dan khawatir akibat dari setiap dosa akan menuntun kita kepada kehidupan yang mendekatkan diri pada surga. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 
وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ (٤٠) فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٤١)
 
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at 79: Ayat 40-41)

Hitunglah dosamu setiap hari, agar ada rasa takut kepada allah yang akan memberi kita hidup yang tenang dan nyaman.

Pentingnya Thaharah dalam Islam

 

 


BALASAN TERBAIK (106)

Semua orang beriman yakin bahwa setiap perbuatannya akan mendapat balasan. Mereka yang berbuat baik pasti mendapat balasan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Begitupun mereka yang berbuat keburukan akan mendapat juga balasan yang setimpal. Hanya saja ada manusia yang sulit membedakan dua hal ini dan menyangka perbuatan buruknya hanya sesuatu yang remeh. Padahal itu dosa besar yang berdampak kepada dirinya dan juga anggota keluarganya.

Selalu ada dua pilihan: kebaikan dan keburukan. Manusia diberi hati untuk membedakan keduanya. Namun, bagi hati yang tertutup dengan dosa sulit membedakannya. Ada yang malah bahagia dengan perbuatan buruknya. Itulah sebabnya ada program penyucian hati (Tazkiyatun Nafs).

Mereka diantarkan dengan penguatan keyakinan, merenung dan mengingat berbagai nikmat pemberian Allah, serta selanjutnya bertobat atas perbuatan buruknya. Ada perasaan menyesal dan niat tidak mengulang kembali. Bagi yang sungguh-sungguh akan memperoleh balasan surga dan kenikmatan hidup di dunia.

Tenang: Ukuran Keberhasilan Seorang Imam dalam Shalat

Balasan yang Lebih Baik dari Perbuatannya

Para ulama selalu mengajarkan manusia untuk selalu merasa khawatir dengan setiap perbuatannya. Inilah esensi dari perintah bertakwa, yaitu kehati-hatian. Dosa memang bukan menunjukkan suatu kekafiran, namun itu adalah gerbang menuju kekafiran. Perintah untuk berhati-hati ini banyak tersebar dalam Kitab Mulia. Kehati-hatian akan mengantar seseorang kepada kebaikan sehingga ada balasan yang lebih baik dari perbuatannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٌ مِّنۡهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
 
“Barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 84)

Nantikanlah balasan terbaik akibat kebaikanmu dan jauhkan dirimu dari keburukan. (Veni Hadju)

 


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.