Ibadah
Beranda » Berita » Tazkiyatun Nafs dalam Tradisi Sufi

Tazkiyatun Nafs dalam Tradisi Sufi

Ilustrasi hamba yang menyucikan diri dengan berdzikir.
ilustrasi

SURAU.CO. Dalam khazanah spiritual Islam, istilah Tazkiyatun Nafs sering kali terdengar, namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar “pembersihan jiwa”. Secara etimologis, kata ini berakar dari bahasa Arab zakaa-yazkuu-zakaa’an, yang berarti suci, tumbuh, dan berkah. Sebagaimana zakat menyucikan harta, tazkiyah menjadi wasilah bagi seorang hamba untuk menumbuhkan keberkahan di dalam ruhaninya.

Syaikh Said Hawa menegaskan bahwa tazkiyah mengandung dua dimensi krusial: penyucian dari noda dosa dan pertumbuhan fitrah kebaikan. Dalam kitab Al-Mu’jam al-Muhfaras karya Muhammad Fuad Abdul Baqi mencatat bahwa kata tazkiyah ada penyebutan beberapa kali dalam Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa sentralnya peran penyucian jiwa dalam hubungan antara Allah dan hamba-Nya. Namun, satu poin penting yang perlu ditegaskan adalah penyucian jiwa bukanlah upaya “membasmi” total sifat bawaan manusia. Allah menciptakan manusia dengan berbagai karakter. Tazkiyah adalah seni memenangkan dominasi sifat-sifat mulia di atas kecenderungan buruk, sehingga jiwa bergerak searah dengan rida Ilahi.

Nafs: Organ Ruhani Penentu Tindakan

Secara umum, An-Nafs atau jiwa dipahami sebagai sisi dalam manusia yang memuat potensi baik dan buruk. Abul Hasan Al-Asy’ari mencatat keragaman pendapat ulama mengenai roh dan kehidupan, sementara An-Nazham melihat roh sebagai esensi fisik sekaligus jiwa. Dalam konteks operasional, nafs adalah organ ruhani yang paling berpengaruh—ia adalah pemberi instruksi utama bagi organ jasmani untuk bertindak di alam dunia.

Bagi para sufi, tazkiyah adalah sebuah proses latihan jiwa yang disiplin (riyadhah). Proses ini melibatkan tiga tahapan besar. Pertama adalah Takhalli (Penyucian/Thalliyatun): Mengosongkan diri dari akhlak tercela seperti rakus, sombong, dan dengki. Menyusul kemudian Tahalli (Penghiasan) yaitu mengisi ruang kosong tersebut dengan akhlak terpuji seperti sabar, syukur, dan ikhlas. Terakhir adalah tajalli (Manifestasi) Dalam tahap terakhir ini jiwa telah bersih dan terhias, ia bersiap menerima pancaran cahaya Ilahi (Nur Ilahi), mencapai kesehatan mental yang hakiki, dan kedekatan kualitas dengan Sang Pencipta.

Perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Atha’illah

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tazkiyatun nafs merupakan usaha untuk menyucikan diri dari sifat memuji diri sendiri, dasar dari pemikiran tazkiyatun nafs berasal dari keyakinan para sufi bahwa jiwa manusia pada fitrahnya adalah suci. Maka kalau awalnya diri kita ini suci maka haruslah kita untuk mensucikan kembali diri kita yang sudah banyak kotoran hati ini. Dalam hubungan dengan sifat-sifat jiwa yang ada dalam diri manusia, tazkiyatun nafs berarti pembersihan diri dari sifat kebuasan,kebinatangan dan setan yang kemudian mengisi dengan sifat ketuhanan. Dalam kitab lain al-Ghazali menjelaskan tazkiyatun nafs dengan istilah thaharatun nafs dan imaratun nafs. Thaharatun nafs yaitu penjernihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan immaratun nafs artinya kemakmura jiwa dengan akhlak terpuji

Pentingnya Thaharah dalam Islam

Sedangkan Dalam pandangan Ibnu ʿAṭhaʾillah, penyucian jiwa bukan sekadar usaha moral memperbaiki akhlak, melainkan pengakuan ontologis atas kelemahan manusia di hadapan Allah. Seorang hamba perlu melepaskan keterikatan duniawi (takhallī), menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia (taḥallī), hingga mencapai kesadaran batin akan kehadiran Ilahi (tajallī). Dengan demikian, al-Ḥikam tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan aforisme spiritual, tetapi juga sebagai peta perjalanan ruhani yang membimbing hamba menuju ketenangan jiwa dan kedekatan eksistensial dengan Tuhan.

Tazkiyatun Nafs adalah peta perjalanan pulang menuju fitrah. Dengan memenangkan sifat-sifat baik dan menekan ego yang liar, seorang manusia tidak hanya meraih kemuliaan di mata Pencipta, tetapi juga mencapai keseimbangan batin yang membuatnya mampu menjalani hidup dengan penuh keberkahan.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.