Khazanah
Beranda » Berita » Rahasia Melembutkan Hati: Mengapa Kita Sulit Menangis Karena Allah?

Rahasia Melembutkan Hati: Mengapa Kita Sulit Menangis Karena Allah?

Kehidupan modern sering kali membuat manusia terjebak dalam hiruk-pikuk dunia. Kita mengejar harta, tahta, dan popularitas tanpa henti. Akibatnya, batin sering merasa hampa dan gersang. Salah satu tanda kekeringan spiritual adalah hilangnya kemampuan untuk menangis karena Allah. Padahal, tetesan air mata tersebut merupakan tanda kelembutan hati dan kedekatan hamba dengan Sang Pencipta.

Makna Mendalam Menangis Karena Allah

Menangis karena Allah bukanlah tanda kelemahan fisik. Hal ini justru menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa. Seseorang menangis karena ia menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah Yang Maha Besar. Ia merasa takut akan dosa-dosanya. Ia juga merasa rindu akan kasih sayang Tuhannya.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan air mata ini:

“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi).

Kutipan tersebut menegaskan bahwa air mata taubat memiliki nilai yang sangat tinggi. Air mata ini mampu memadamkan api neraka yang menyala-nyala. Namun, mengapa mata kita saat ini terasa begitu kering?

Bunga Pukul Empat, Kembang Indah yang Kaya Manfaat

Penyebab Hati Menjadi Keras

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang sulit mencucurkan air mata saat beribadah. Salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya kemaksiatan yang kita lakukan. Dosa-dosa kecil yang menumpuk akan menutup beningnya hati. Hati yang tertutup noda hitam akan sulit menerima getaran cahaya ilahi.

Dunia yang terlalu hingar-bingar juga turut andil. Kita terlalu banyak tertawa untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kita lebih sering menangis karena urusan duniawi daripada urusan akhirat. Kita menangis saat kehilangan harta. Namun, kita tetap tenang saat meninggalkan shalat. Fenomena ini menunjukkan bahwa orientasi hidup kita telah bergeser jauh.

Allah SWT berfirman dalam Surah Maryam ayat 58 mengenai hamba-hamba-Nya yang shaleh:

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”

Jika kita tidak lagi merasakan getaran saat mendengar ayat Al-Qur’an, kita perlu waspada. Bisa jadi, hati kita sedang dalam keadaan sakit atau bahkan mati.

Pentingnya Thaharah dalam Islam

Keutamaan Menangis dalam Kesunyian

Ibadah yang paling tulus sering kali terjadi dalam kesunyian. Saat tidak ada orang lain yang melihat, kita bersimpuh di hadapan Allah. Di saat itulah, kejujuran seorang hamba diuji. Menangis karena Allah di tengah malam adalah bentuk pengabdian yang sangat murni.

Rasulullah SAW menyebutkan salah satu golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat. Golongan tersebut adalah:

“Seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian, lalu kedua matanya meneteskan air mata.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tetesan air mata ini menjadi saksi bisu atas penyesalan kita. Ia menjadi bukti bahwa kita masih memiliki rasa takut kepada-Nya. Air mata tersebut akan membasuh kotoran-kotoran jiwa yang selama ini melekat.

Cara Menumbuhkan Kembali Air Mata Iman

Kita harus berupaya untuk melembutkan hati yang telah membatu. Langkah pertama adalah dengan memperbanyak istighfar. Akui setiap kesalahan yang telah kita perbuat di hadapan Allah. Jangan merasa diri suci dan bebas dari noda.

Tenang: Ukuran Keberhasilan Seorang Imam dalam Shalat

Langkah kedua adalah dengan merenungi kematian. Kematian adalah kepastian yang sering kita lupakan. Bayangkan saat kita berada di liang lahat sendirian. Tidak ada harta maupun keluarga yang menemani kita. Renungan ini biasanya mampu meruntuhkan kesombongan manusia.

Langkah ketiga adalah membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Pahami setiap janji dan ancaman Allah di dalamnya. Biarkan setiap kata-Nya masuk ke dalam sanubari terdalam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 109:

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”

Kesimpulan: Kembalilah Mengetuk Pintu Langit

Jangan biarkan mata kita kering dari air mata ketaatan. Menangis karena Allah adalah anugerah yang indah. Hal ini menandakan bahwa Allah masih menyayangi kita. Dia ingin kita kembali ke jalan-Nya melalui jalur penyesalan.

Mulailah malam ini dengan bangun di sepertiga malam terakhir. Sujudlah dengan durasi yang lama. Akuilah semua kelemahan kita di hadapan-Nya. Mintalah kepada Allah agar Dia melembutkan hati kita yang keras. Semoga air mata yang jatuh hari ini menjadi penyelamat kita di akhirat kelak. Jangan sampai kita baru menangis saat semuanya sudah terlambat di hadapan meja pengadilan-Nya.


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.