Topik poligami selalu memicu perdebatan panjang di tengah masyarakat Indonesia. Banyak orang melihat praktik ini hanya dari sisi legalitas agama semata. Namun, realita di lapangan sering kali menyisakan luka bagi kaum perempuan dan anak-anak. Kita perlu meninjau kembali konsep keadilan dalam poligami melalui kacamata hadis secara objektif.
Syarat Berat di Balik Izin Poligami
Islam memang mengizinkan seorang pria memiliki istri lebih dari satu. Dasar hukum ini tercantum secara jelas dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 3. Namun, banyak pria sering kali melupakan kelanjutan dari ayat tersebut. Ayat itu memberikan penekanan yang sangat kuat pada aspek keadilan.
Jika seorang suami khawatir tidak bisa berbuat adil, maka satu istri adalah pilihan terbaik. Keadilan dalam konteks ini mencakup banyak hal materi maupun non-materi. Suami harus menjamin nafkah lahir, tempat tinggal, hingga pembagian waktu yang setara. Tanpa kemampuan ini, pintu poligami seharusnya tetap tertutup rapat bagi siapa pun.
Peringatan Keras dalam Hadis Nabi
Rasulullah SAW memberikan standar yang sangat tinggi terkait perlakuan terhadap istri. Beliau adalah sosok yang paling baik terhadap keluarganya. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan keras bagi suami yang pilih kasih.
Kutipan hadis menyebutkan:
“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia lebih condong kepada salah satunya, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bahunya miring sebelah.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi).
Hadis ini menggambarkan konsekuensi spiritual yang sangat berat di akhirat kelak. Ketidakadilan bukan sekadar masalah rumah tangga biasa di mata Tuhan. Penekanan “bahu miring” merupakan simbol kehinaan bagi suami yang mengabaikan hak salah satu istrinya.
Antara Idealitas dan Realita Menyakitkan
Secara teori, poligami bertujuan untuk kemaslahatan sosial atau melindungi anak yatim. Namun, realita saat ini sering kali menunjukkan pola yang sangat berbeda. Banyak praktik poligami terjadi hanya karena dorongan nafsu atau ego lelaki semata.
Istri pertama sering kali menjadi pihak yang paling menderita secara psikologis. Rasa cemburu merupakan fitrah manusia yang bahkan dialami oleh istri-istri Nabi. Namun, rasa sakit itu bertambah parah saat suami mengabaikan komunikasi dan transparansi. Banyak kasus menunjukkan suami menyembunyikan pernikahan kedua dari istri pertama mereka.
Ketidakadilan ekonomi juga sering muncul dalam praktik poligami di masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Suami sering kali gagal memberikan nafkah yang layak bagi semua keluarga yang ia bangun. Akibatnya, kesejahteraan anak-anak menjadi taruhan dalam ambisi poligami sang ayah.
Mengedepankan Akhlak di Atas Keinginan
Keadilan dalam poligami bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban mutlak (fardhu). Seorang pria harus memiliki kematangan emosional dan finansial yang sangat stabil. Ia tidak boleh hanya mengandalkan dalil agama untuk memuaskan keinginan pribadinya.
Islam mengajarkan bahwa tujuan utama pernikahan adalah untuk menciptakan ketenangan atau sakinah. Jika poligami justru mendatangkan kekacauan dan permusuhan, maka esensi pernikahan tersebut telah hilang. Suami harus bercermin pada kemampuannya sendiri sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Masyarakat perlu memahami bahwa izin poligami memiliki syarat yang sangat ketat dan mengikat. Kita tidak boleh menormalisasi rasa sakit hati istri atas nama ibadah yang dipaksakan. Tinjauan objektif hadis mengingatkan kita bahwa keadilan adalah kunci utama dalam menjalani rumah tangga. Tanpa keadilan, poligami hanya akan menjadi jalan pintas menuju kehancuran keluarga dan dosa besar.
Kesimpulan
Poligami dalam Islam merupakan pintu darurat, bukan pintu utama dalam sebuah pernikahan. Penekanan hadis tentang keadilan menunjukkan betapa beratnya tanggung jawab seorang suami poligam. Kita harus menyeimbangkan antara teks suci dan realitas sosial agar tidak ada pihak yang terzalimi. Keadilan harus tetap menjadi panglima dalam setiap keputusan rumah tangga Muslim.
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
