SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok
Beranda » Berita » KH. Sahal Ulama Penggagas Fiqih Sosial (I)

KH. Sahal Ulama Penggagas Fiqih Sosial (I)

KH. A. SAHAL MAHFUDZ Ulama Penggagas Fiqih Sosial
KH. A. SAHAL MAHFUDZ Ulama Penggagas Fiqih Sosial

 

SURAU.CO – Kehidupan Kiai Sahal sarat akan hikmah, mulai dari belajar, menjalani rumah tangga, hingga memimpin NU. Dalam setiap prosesnya, ada kisah menarik yang bisa jadi ibrah. Saat mondok, meski dari keluarga kyai, Kiai Sahal sangat terbatas akses finansialnya. Dia bahkan harus meminjam kitab kepada rekan atau keluarga untuk muthala’ah. Kehidupan sederhana ini terus terbawa hingga dia menjadi Rais Aam NU.

Proses pernikahan Kiai Sahal dengan Bu Nyai Nafisah juga unik. Saat itu, dia sedang mengunjungi keluarga di Desa Sirahan, Pati, lalu tiba-tiba dipanggil pamannya, KH Abdullah Salam, untuk pulang ke Kajen. Sesampainya di Kajen, dia mendapati beberapa kiai berkumpul, termasuk KH Bisri Syansuri. Kiai Sahal kaget dan bertanya-tanya, lalu dijelaskan bahwa dia akan dinikahkan dengan anak KH Fatah Jombang. Dia mengiyakan perjodohan itu tanpa tahu wajah calon istrinya. Akad nikah pun dimulai dengan dipimpin KH Bisri Syansuri.

Yang lebih unik lagi, Kiai Sahal baru bertemu istrinya dua tahun setelah akad nikah, yaitu 6 Juni 1968. Setelah akad, dia menjalani kehidupan seperti biasa tanpa bersama istrinya. Pada waktu itu, Bu Nyai Nafisah baru menjadi mahasiswi tingkat tiga di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Asal-Usul dan Latar Keluarga Kiai Sahal

Kiai Sahal Mahfudh terlahir dengan nama lengkap Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudh bin Abdus Salam. Beliau lahir di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada tanggal 17 Desember 1937, menurut dokumen resmi seperti KTP. Namun, belakangan ditemukan catatan lama ayahnya yang menyebutkan tanggal lahir sebenarnya adalah 16 Februari 1933, tapi data ini belum banyak dipublikasikan.

Kesimpulan Final Isu Tarawih (11 Vs 20 Rakaat)

Kiai Sahal tumbuh dalam keluarga pesantren. Ayahnya, Kiai Mahfudh bin Abdus Salam, dan ibunya, Nyai Badi’ah, mendidiknya dalam lingkungan keagamaan. Keluarga ini memiliki nasab yang tersambung kepada KH Ahmad Mutamakkin, waliyulloh yang menyebarkan Islam di Kajen. Kiai Sahal adalah anak ketiga dari enam bersaudara, dengan saudara kandung: M. Hasyim, Hj. Muzayyanah, Salamah, Hj. Fadhilah, dan Hj. Khodijah.

Kiai Sahal Mahfudh memiliki jejak pendidikan yang luas dan beragam, meskipun menghabiskan masa pendidikan di pesantren. Beliau menguasai ilmu-ilmu agama seperti Bahasa Arab, Tafsir, Fiqh, Hadis, dan lain-lain, serta ilmu-ilmu umum seperti bahasa Inggris, Belanda, dan filsafat. Semangat belajarnya yang tinggi membuatnya terus mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

Membantu Santri Melek Informasi

Kiai Sahal memulai pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyyah dan Tsanawiyah di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), Pati. Setelah itu, beliau melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke pesantren-pesantren di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bahkan Makkah untuk berguru kepada Syekh Yasin al-Fadani. Beliau belajar di Pesantren Bendo, Pare, Kediri, pada 1953-1957 di bawah asuhan Kiai Muhajir.

Di Pesantren Bendo, Kiai Sahal mendalami ilmu tasawuf dan fiqih, mengkaji kitab-kitab seperti Ihya’ Ulumiddin, Mahalli, dan Fathul Wahab. Beliau aktif belajar, mengajar, dan berdiskusi dengan teman-teman senior. Kiai Sahal juga mengikuti kursus luar pondok seperti tata negara, administrasi, dan bahasa Inggris.

Suatu kali, Kiai Sahal membuat teman-temannya jengkel karena berlangganan koran dan membacanya di pesantren, yang dilarang oleh aturan pesantren. Saat dipanggil Kiai Muhajir, Kiai Sahal beralasan bahwa membaca koran membantu santri melek informasi dan tidak mudah diombang-ambing zaman. Kiai Muhajir malah meminta Kiai Sahal membacakan berita untuknya.

Setelah Bendo, Kiai Sahal melanjutkan ke Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, mengikuti arahan pamannya, KH Abdullah Salam. Ada tiga orang yang menjadi pengasuh, yaitu: Mbah Ahmad, Mbah Imam, dan Mbah Zubair, ayahanda dari KH. Maemun Zubair. (Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag), (CM).


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.