SURAU.CO – Renungan dan Kajian Ilmiah tentang Makna Tafakkur dalam Pandangan Ulama. ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต๐๐น๐๐ฎ๐ป: Di tengah hiruk-pikuk dunia, ada satu ibadah yang sering terlupakan bukan dengan gerak, bukan dengan suara, melainkan dengan diam yang berpikir, hening yang mengenal, dan akal yang tunduk kepada wahyu.
Itulah tafakkur renungan mendalam tentang ciptaan Allah, yang menjadi jalan bagi hati menuju cahaya maโrifatullah.
๐๐ฒ๐ณ๐ถ๐ป๐ถ๐๐ถ ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ: ๐๐ฏ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ต ๐๐ธ๐ฎ๐น ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ถ
Secara Bahasa
Tafakkur (ุชููููููุฑ) berasal dari akar kata fakara (ููููุฑู), yang berarti: menggerakkan pikiran untuk menimbang dan merenungi sesuatu secara mendalam.
Secara Istilah, Imam al-Ghazali rahimahullah berkata:
โTafakkur adalah perjalanan hati menembus makna sesuatu untuk mengambil pelajaran darinya.โ (Ihyaโ โUlum ad-Din)
Sedangkan Ibn al-Qayyim menjelaskan:
โTafakkur adalah cermin hati; dengannya seorang hamba melihat karunia dan hikmah Allah dalam ciptaan-Nya.โ
(Madarij as-Salikin, 3/16)
Maka tafakkur bukanlah sekadar berpikir, tetapi perjalanan akal yang disinari iman dan ilmu.
๐๐ฎ๐น๐ถ๐น ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ
Allah ๏ทป berfirman:
> โSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal. (Yaitu) mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi.โ
(QS. Ali โImran: 190โ191)
Ayat ini menjadi dasar agung bagi ibadah tafakkur mengenal kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya, bukan dengan hayalan atau dugaan.
Ibn Katsir rahimahullah menafsirkan:
โAyat-ayat ini menunjukkan bahwa tafakkur adalah jalan menuju maโrifatullah.โ
(Tafsir Ibn Katsir)
๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐ ๐ฒ๐ป๐๐ฟ๐๐ ๐จ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ
Para ulama membagi tafakkur menjadi beberapa bentuk:
A. Tafakkur terhadap Dzat Allah
Inilah yang Dilarang dan menyebabkan sebagian umat banyak tersesat dan keluar dari keislamannya.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
> โBerpikirlah tentang ciptaan Allah, dan janganlah berpikir tentang Dzat Allah.โ
(HR. Abu Nuโaim; hasan maknanya)
Akal manusia terbatas. ๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ผ๐ฏ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐น๐ฎ๐ฟ ๐ต๐ฎ๐ธ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ ๐๐๐ฎ๐ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ธ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ป.
B. Tafakkur terhadap Ciptaan Allah
Inilah tafakkur yang diperintahkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman:
> โMereka bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi.โ (Ali โImran: 191)
Ibn Rajab berkata:
โMerenungkan ciptaan Allah menumbuhkan keyakinan tentang kebesaran-Nya dan kelemahan diri.โ
(Jฤmiโ al-โUlลซm wa al-Hikam, 2/382)
C. Tafakkur terhadap Nikmat Allah
Meningkatkan syukur dan ketundukan sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
> โJika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.โ (QS. An-Nahl: 18)
D. Tafakkur terhadap Diri dan Dosa
Menumbuhkan muhasabah dan taubat.
Umar bin Khattab berkata:
โHisablah dirimu sebelum kamu dihisab.โ
E. Tafakkur terhadap Akhirat
Membangkitkan rindu dan takut.
Hasan al-Bashri berkata:
โTafakkur satu jam tentang akhirat lebih baik daripada qiyam satu malam.โ
๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ต ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ฎ๐ป ๐ช๐ฎ๐ต๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐น๐บ๐
Tafakkur bukan bebas berpikir tanpa batas.
Ia ibadah akal yang hanya sah jika berada di bawah panduan ๐๐ฎ๐ต๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ถ๐น๐บ๐.
Allah ๏ทป mengingatkan:
> โDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.โ
(QS. Al-Israโ: 36)
Ibn al-Qayyim rahimahullah menegaskan:
โAkal hanyalah lentera. Cahayanya tidak bermanfaat tanpa minyak wahyu.โ > (Miftah Dar as-Saโadah, 1/187)
Maka tafakkur yang benar adalah renungan yang berpijak pada ๐๐น-๐ค๐๐ฟโ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ป๐ป๐ฎ๐ต, bukan dengan ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ, ๐บ๐ถ๐บ๐ฝ๐ถ, atau ๐ถ๐ป๐๐๐ถ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ฝ๐ฎ ๐ถ๐น๐บ๐.
Sebagian umat keliru dalam tafakkur mereka melampaui batas, lalu berkata bahwa โTuhan dan makhluk adalah satu.โ Inilah paham ๐ธ๐ข๐ฉ๐ฅ๐ข๐ต๐ถ๐ญ ๐ธ๐ถ๐ซ๐ถ๐ฅ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ถ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ฉ๐ญ๐ถ๐ด ๐๐ถ๐ฏ๐ฏ๐ข๐ฉ.
Ibn Taimiyah rahimahullah berkata:
โSiapa yang mengira Allah bersatu dengan makhluk-Nya, maka ia telah kafir kepada Allah dan mendustakan para rasul.โ (Majmuโ al-Fatawa, 2/171)
Inilah bahaya tafakkur tanpa bimbingan wahyu
dari niat mengenal Tuhan, berubah menjadi penyimpangan aqidah dan pengingkaran sunnah.
Mereka merasa โmencapai derajat ilahiโ, lalu mengabaikan syariat dan amal Rasulullah ๏ทบ.
๐ง๐ฒ๐น๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐๐น๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๏ทบ
Allah ๏ทป berfirman:
> โSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal. (Yaitu) mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi.โ
(QS. Ali โImran: 190โ191)
โAisyah ra. meriwayatkan:
> โSuatu malam Rasulullah ๏ทบ menangis hingga membasahi janggutnya, lalu beliau bersabda: โCelaka bagi orang yang membaca ayat ini namun tidak merenungkannya.โโ
(HR. Ibn Hibban)
Inilah tafakkur sejati:
Renungan yang melahirkan air mata dan ketundukan, bukan kebanggaan spiritual.
Tafakkur Rasulullah ๏ทบ menuntun kepada amal dan taqwa, bukan kepada rasa cukup tanpa syariat.
๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐จ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ฟ๐๐
Imam Al-Ghazali:
โTafakkur yang tidak dipagari ilmu akan menjerumuskan ke dalam khayalan yang menyesatkan.โ
Ibn Rajab al-Hanbali:
โHakikat tafakkur adalah memahami tanda-tanda Allah agar semakin takut kepada-Nya.โ
Asy-Syathibi:
โIlmu syariat adalah penuntun akal agar tidak keluar dari batas yang ditetapkan Allah.โ
(Al-Muwafaqat, 4/50)
๐๐๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ง๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ
๐ญ. ๐ ๐ฒ๐ป๐๐บ๐ฏ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ต๐๐๐๐โ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐๐ป๐ฑ๐๐ธ๐ฎ๐ป.
๐ฎ. ๐ ๐ฒ๐ป๐ท๐ฒ๐ฟ๐ป๐ถ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ท๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ป๐ถ๐ฎ๐.
๐ฏ. ๐ ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฐ๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฑ๐ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต.
๐ฐ. ๐ ๐ฒ๐ป๐๐บ๐ฏ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐๐๐ป๐ด๐ด๐๐ต๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ถ๐ธ๐๐๐ถ ๐๐๐ป๐ป๐ฎ๐ต ๐ฅ๐ฎ๐๐๐น๐๐น๐น๐ฎ๐ต ๏ทบ.
๐ฑ. ๐ ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ด๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ต๐ถ๐ฑ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐๐ถ๐ฟ๐ถ๐ธ ๐ต๐ฎ๐น๐๐.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐๐๐ฝ: ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ถ๐ ๐ฃ๐๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ธ๐๐ถ
Ketika hati bertafakkur di bawah cahaya wahyu,
langit menjadi saksi atas perjalanan jiwa menuju Rabb-nya.
Bukan tafakkur yang membuat sombong,
tapi tafakkur yang membuat tunduk.
Bukan yang menjauh dari sunnah, tapi yang meneguhkan cinta kepada Rasulullah ๏ทบ.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman:
> โYa Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa neraka.โ
(QS. Ali โImran: 191)
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป:
Tafakkur sejati adalah ๐ข๐๐ง๐๐ฃ๐ช๐ฃ๐ ๐๐ ๐๐๐ฌ๐๐ ๐๐๐ข๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ฌ๐๐๐ฎ๐ช, ๐๐๐ง๐๐๐ ๐๐ง ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐ก๐ข๐ช, ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ข๐๐ก ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ ๐ช๐ฉ๐ ๐จ๐ช๐ฃ๐ฃ๐๐.
Siapa yang berpikir tanpa panduan wahyu, pikirannya akan menyesatkannya.
Siapa yang tafakkurnya disinari Al-Qurโan, hatinya akan bersujud sebelum tubuhnya sempat berlutut.
๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐น๐บ๐
Wahai kaum Muslimin,
Mari hidupkan kembali ibadah tafakkur bukan dengan perasaan tanpa batas, tetapi dengan ๐๐ ๐๐ก ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐ช๐ฃ๐๐ช๐ ๐ ๐๐ฅ๐๐๐ ๐ฌ๐๐๐ฎ๐ช ๐๐๐ฃ ๐๐ก๐ข๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ง๐๐ ๐๐ง ๐๐๐ง๐ ๐ฉ๐๐ช๐๐๐.
Karena:
๐๐ฎ๐ณ๐ฎ๐ธ๐ธ๐๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ฝ๐ฎ ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ต๐๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ฑ๐ฎ๐ป
๐ถ๐น๐บ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ฝ๐ฎ ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป.
Bertafakkurlah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ merenungi ciptaan Allah, bukan membayangkan Dzat-Nya.
Jadikan Al-Qurโan sebagai pemandu setiap renunganmu, dan jadikan sunnah sebagai cermin setiap amalmu.
Ingatlah: > โBarang siapa mengenal dirinya dengan petunjuk wahyu, maka ia mengenal Rabbnya. Barang siapa mengenal Rabbnya dengan hawa nafsu, maka ia sesat dari jalan kebenaran.โ
Semoga Allah menjadikan tafakkur kita jalan menuju ๐บ๐ฎโ๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐๐๐น๐น๐ฎ๐ต, bukan ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ท๐ ๐ธ๐ฒ๐๐ผ๐บ๐ฏ๐ผ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐๐ถ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ณ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป yang menjerumuskan diri pada kekafiran.
๐๐ฎ๐ณ๐๐ฎ๐ฟ ๐ฃ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ
- Al-Qurโan al-Karim โ QS. Ali โImran: 190โ191.
- Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Madarij as-Salikin (Dar al-Kutub al-โIlmiyyah
- Imam al-Ghazali, Ihyaโ โUlumuddin, Bab Tafakkur.
- Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah, Majmuโ Fatawa, Juz 10.
- Dr. Muhammad Ratib an-Nabulsi, Fi Tafakkur al-Kauni.
๐๐ฎ๐ด๐ฎ ๐ง๐ฎ๐๐ต๐ถ๐ฑ, ๐ฆ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐น๐บ๐
Wahai kaum Muslimin, Inilah batas yang telah Allah tetapkan bagi akal: ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐๐ป๐ด๐ถ ๐ฐ๐ถ๐ฝ๐๐ฎ๐ฎ๐ป-๐ก๐๐ฎ, ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ญ๐ฎ๐-๐ก๐๐ฎ.
๐ฆ๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ ๐ถ๐น๐บ๐ ๐บ๐ฎ๐ป๐๐๐ถ๐ฎ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ถ๐, sementara Allah Maha Luas Ilmu-Nya dan tak dapat dijangkau oleh penglihatan atau pikiran.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :
> โDan kamu tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.โ
(QS. Al-Isrฤโ [17]: 85)
Karena itu, marilah kita tafakur di bawah panduan wahyu dan ilmu, agar hati tunduk, iman teguh, dan tauhid terjaga. Jangan biarkan setan menjerumuskan akal ke wilayah yang Allah larang.
Sebarkan dakwah ini, agar umat memahami batas berpikir dalam mengenal Rabb-nya.
Ajak saudara dan sahabatmu untuk kembali menjadikan wahyu sebagai pandu akal dan tauhid sebagai dasar ilmu.
Jangan berhenti di layar ini teruskan risalah ini ke grup, majelis, dan media sosial.
Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga hari pertemuan dengan Allah.
Follow & pantau setiap hari โ insyaAllah akan ada postingan harian berisi:
Dalil Al-Qurโan & hadits tentang ilmu
Sejarah ilmuwan Muslim
Kajian akidah dan logika Islam
Inspirasi berpikir ilmiah dalam syariat
Rasulullah ๏ทบ Bersabda:
ย โBarang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya menuju surga.โ
(HR. Muslim). (Rahmat Daily)
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
