SURAU.CO.Umat Muslim mengerjakan shalat, rukun Islam kedua yang wajib, yaitu ibadah dengan gerakan dan bacaan tertentu dari takbir hingga salam, sebagai tiang agama serta wujud doa kepada Allah SWT, yang memiliki hukum fardu (wajib) dan sunah (dianjurkan). Dalam bahasa Arab, kata shalat ( صلاة ) berarti doa atau rahmat. Secara etimologis, shalat berasal dari kata kerja ṣalla ( صَلَّى ) yang berarti berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah SWT.
Manfaat shalat dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah dengan membentuk kesadaran diri bahwa Allah selalu mengawasi, sehingga mendorong seseorang untuk menjauhi maksiat dan keburukan. Orang yang shalat dengan khusyuk akan terdorong untuk bertakwa, mencegah perilaku buruk karena ia merasa dekat dengan Allah. Jika ia tetap berbuat buruk, berarti ia tidak shalat dengan khusyuk dan belum merasakan kehadiran Allah.
Shalat yang tulus dan khusyuk membuat seorang Muslim sadar bahwa Allah selalu melihat dan mengawasinya setiap saat. Orang yang sadar shalat tidak melakukan tindakan yang dilarang dan dianggap buruk. Melalui shalat yang dilakukan secara teratur dan khusyuk, timbul rasa ketakwaan yang mendalam. Ketakwaan ini menjadi benteng spiritual yang kuat untuk menolak godaan untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. Shalat membentuk pribadi Muslim yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan memiliki kontrol diri yang lebih baik dalam menghadapi godaan. Dalam shalat, seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Allah.
Kesibukan dalam beribadah dan mengingat Allah ini secara otomatis akan menjauhkan pikiran dan tindakan dari hal-hal yang buruk. Shalat yang dilakukan dengan khusyuk, yaitu penuh perhatian dan kesadaran, adalah kunci utama dalam merasakan efek pencegahan perbuatan keji dan mungkar. Menunaikan shalat pada waktunya juga merupakan bagian penting dari pelaksanaan ibadah shalat yang benar dan dapat memberikan manfaat spiritual. Memahami tujuan dan makna shalat akan meningkatkan kualitas shalat dan memperkuat kesadaran spiritual seseorang.
Tujuan Shalat
Tujuan shalat adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghubungkan diri secara langsung dengan Tuhan, sebagai bentuk rasa syukur dan kebutuhan kepada Sang Pencipta, serta untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Selain tujuan spiritual, shalat juga memiliki manfaat fisik seperti menjaga kesehatan jantung dan peredaran darah, serta manfaat mental seperti memberikan ketenangan dan fokus, serta manfaat sosial seperti memperkuat ikatan persaudaraan sesama Muslim melalui shalat berjamaah.
Tujuan Spiritual dan Keagamaan
- Taqarrub kepada Allah: Shalat adalah sarana utama untuk mendekatkan diri, berkomunikasi, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
- Mengagungkan Allah: Shalat dilakukan untuk mengagungkan kebesaran Allah dan bukan untuk tujuan duniawi.
- Mencegah Perbuatan Mungkar: Al-Quran menjelaskan bahwa shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar, yang berarti shalat juga bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.
- Meningkatkan Ketaatan: Shalat adalah perintah wajib yang mendidik umat Muslim untuk taat dan patuh kepada Allah SWT.
Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar
Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar karena shalat adalah dzikir (mengingat) kepada Allah yang besar, dan mengingat Allah akan menghalangi seseorang dari dosa dan kemaksiatan. Inti dari shalat adalah dzikrullah (mengingat Allah). Seorang hamba yang menyadari kebesaran dan pengawasan Allah akan enggan melakukan perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Shalat yang sempurna mendorong pelaksanaan kebaikan, karena ia adalah perintah Allah. Orang yang khusyuk dalam shalatnya akan semakin mencintai kebaikan dan menjauhi kejelekan. Shalat yang khusyuk membersihkan hati dan jiwa pelakunya, menjadikannya lebih dekat kepada kebaikan dan menjauhi keinginan buruk. Shalat yang sesuai dengan tuntunan (syarat dan rukun) mencegah seseorang dari terjerumus dalam dosa. Kualitas shalat yang baik mencerminkan ketaatan dan kesungguhan seorang hamba dalam hubungannya dengan Allah.
Surat Al-‘Ankabut Ayat 45
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Arab-Latin: Utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā ‘anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya’lamu mā taṣna’ụn
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Umat Islam harus menunaikan shalat sesuai rukun dan syaratnya, seperti suci dari hadats dan najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Mereka juga harus melakukan pelaksanaan shalat dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian kepada Allah, bukan dalam keadaan lalai. Melakukan shalat secara rutin dan terus-menerus (baik shalat wajib maupun sunnah) akan memperkuat dampaknya dalam mencegah kemungkaran. Dengan demikian, shalat bukanlah sekadar gerakan fisik, melainkan sarana untuk membina hubungan yang mendalam dengan Allah, yang secara alami akan menjauhkan pelakunya dari segala bentuk perbuatan keji dan mungkar. (Budi: mengutip dari berbagai sumber).
Eksplorasi konten lain dari Surau.co
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
