SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibadah
Beranda » Berita » Tidak Ada yang Tahu Tempat Kematiannya

Tidak Ada yang Tahu Tempat Kematiannya

TIDAK ADA HAMBA YANG TAHU TEMPAT KEMATIANNYA

TIDAK ADA HAMBA YANG TAHU TEMPAT KEMATIANNYA.

 

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٍ تَمُوتُۚ “Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (Luqman: 34)

Kesimpulan Final Isu Tarawih (11 Vs 20 Rakaat)

Rasulullah صلى االه عليه وسلم bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللهُ قَبْضَ رُوْحِ عَبْدٍ جَعَلَ اللهُ لَهُ بِهَا حَاجَةً

“Jika Allah menghendaki untuk mencabut ruh seorang hamba di suatu negeri, Allah akan membuatnya memiliki hajat untuk mendatangi negeri tersebut.” (HR. Ahmad [3/429] dan at-Tirmidzi no. 2146, dari sahabat Abu Azzah radhiallahu anhu)

Imam Qatadah berkata, terkait dengan ayat ini (Luqman: 34),

“Tidak seorang manusia pun yang tahu, di bumi mana ia akan mati; entah itu di laut, di darat, di tanah datar, ataukah di gunung.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/355)

Selanjutnya, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengulas tentang “mafatihul ghaib” atau ‘lima kunci ilmu gaib’ yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى, salah satunya adalah “mengetahui tempat kematian (seorang hamba)”.

Beliau berdalil dengan firman Allah سبحانه وتعالى,

وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٍ تَمُوتُۚ

“Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (Luqman: 34)

Demikian Tidak Ada yang Tahu Kapan kematiannya

Tidak ada yang mengetahui, apakah ia akan mati di negerinya sendiri atau di negeri orang lain; di negeri Islam atau negeri kafir; di darat, di laut, atau di udara. Oleh karena itu, hal ini sungguh telah sangat jelas dan gamblang.

Masjid Istiqlal: Monumen Syukur Kemerdekaan yang Bersemi di Bulan Ramadhan

Maka, tidak ada pula seorang pun yang mengetahui kapan ia akan mati. Sebab, sebagaimana dia tidak mengetahui tempat kematiannya padahal dia sudah menetap di suatu tempat, demikian juga ia tidak akan bisa mengetahui waktu kematiannya. (Sumber: Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyah, 1/19—197) https://t.me/mengenalsunnahs

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍۗ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh .” (an-Nisa: 78)

Nasalullah as-salamah wal afiyah. Kita memohon keselamatan dan afiat kepada Allah سبحانه وتعالى.

Allahumma Rabbana tawaffana muslimin wa alhiqna bish-shalihin. Ya Allah سبحانه وتعالى, Rabb kami, wafatkanlah kami dalam keadaan kami beragama Islam dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh. (Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar) sumber : https://asysyariah.com/tidak-ada-yang-mengetahui-tempat-mati/ Via HijrahApp بارك الله فيكم

 

 

 

 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.

𝗦𝗵a𝗹𝗮𝘁 𝗪𝗶𝘁𝗶𝗿 𝟯 𝗥𝗮𝗸𝗮’𝗮𝘁 𝗗𝘂𝗱𝘂𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗜𝗳𝘁𝗶𝗿𝗼𝘀𝘆 𝗔𝘁𝗮𝘂 𝗧𝗮𝘄𝗮𝗿𝗿𝘂𝗸 ?

Apabila shalat witirnya dengan pola 2+1, maka tasyahud awalnya iftirosy dan tasyahud akhirnya adalah tawarruk.

Dan apabila shalat witirnya dengan pola 3 raka’at sekaligus satu salam, maka tasyahudnya adalah iftirosy. Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang bagaimana cara duduk tasyahud untuk shalat witir, beliau menjawab:

“Seseorang pada saat shalat witir duduk iftirosy, karena pada asalnya duduk dalam shalat adalah iftirosy. Kecuali jika ada dalil yang menunjukkan yang lain.

Oleh karenanya, kami katakan: ‘dia duduk iftirosy tatkala shalat witir, dan dia tidak duduk tawarruk kecuali pada shalat yang memiliki dua tasyahud, maka duduk tawarruk dilakukan tatkala tasyahhud akhir karena adanya perbedaan antara tasyahhud akhir dan tasyahhud awal. Demikianlah sunnah. Wallahu A’lam” (Majmuu’ Fataawaa wa Rasaail Syaikh Al ‘Utsaimiin 14/159 no 784).

𝙆𝙚𝙨𝙞𝙢𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣:
1. 𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙝a𝙡𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙙𝙪𝙖 𝙩𝙖𝙨𝙮𝙖𝙝𝙪𝙙 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙩𝙖𝙨𝙮𝙖𝙝𝙪𝙙 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙛𝙩𝙞𝙧𝙤𝙨𝙮 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙨𝙮𝙖𝙝𝙪𝙙 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙩𝙖𝙬𝙖r𝙧𝙪𝙠.
2. 𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙝a𝙡𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙩𝙖𝙨𝙮𝙖𝙝𝙪𝙙 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙞𝙛𝙩𝙞𝙧𝙤𝙨𝙮.

Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran dan keadilan, bukan dengan kedustaan dan kedzhaliman. (Ilham)

 

 

 


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.