Kisah
Beranda » Berita » Kisah Aisyah yang Kesuciannya Dibela oleh Langit

Kisah Aisyah yang Kesuciannya Dibela oleh Langit

Kisah Aisyah yang Kesuciannya Dibela oleh Langit
Aisyah RA: Ahli Hadis Perempuan yang Diakui Para Ulama

SURAU.CO – Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah putri sahabat terdekat Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sejak menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ, Aisyah tumbuh menjadi sosok yang sangat istimewa. Ia cerdas, kritis, dan penuh semangat belajar. Rasulullah pun sering menyampaikan bahwa di antara para istri beliau, Aisyah memiliki kedudukan yang khusus di hatinya.

Kecerdasan Aisyah membuatnya menjadi salah satu perawi hadis terbanyak. Ia mendampingi Rasulullah dalam banyak peristiwa penting, dan dari beliaulah banyak ilmu agama yang disampaikan kepada generasi setelahnya. Namun, pada suatu masa, fitnah besar menimpa dirinya. Fitnah itu begitu menyakitkan, hingga menggemparkan perasaan keluarga Nabi.

Awal Mula Fitnah

Fitnah itu dikenal dalam sejarah dengan nama Haditsul Ifk, atau peristiwa tuduhan dusta. Kisah ini bermula ketika Rasulullah ﷺ dan para sahabat kembali dari perang Bani Musthaliq. Dalam perjalanan pulang, Aisyah ikut serta bersama rombongan.

Saat kafilah berhenti untuk beristirahat, Aisyah keluar dari tandu untuk suatu keperluan. Namun, tanpa disadari, kalungnya terjatuh. Ia pun sibuk mencarinya hingga rombongan berangkat meninggalkan tempat tersebut. Para sahabat yang mengangkat tandu mengira Aisyah ada di dalamnya, karena tubuhnya ringan.

Ketika Aisyah kembali, rombongan telah pergi jauh. Ia pun menunggu di tempat itu dengan harapan ada yang menyadarinya dan kembali menjemput. Benar saja, tak lama kemudian datanglah seorang sahabat bernama Shafwan bin Mu’aththal. Ia menemukan Aisyah seorang diri, lalu menuntun untanya agar Aisyah bisa naik dan mengikuti rombongan dengan tenang.

Ketika Jabatan Berakhir, Dedikasi yang Bicara

Peristiwa inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang munafik untuk menyebarkan fitnah keji. Mereka menuduh tidak-tidak tentang Aisyah dan Shafwan.

Fitnah yang Menyakitkan

Berita bohong itu tersebar luas di Madinah. Hati Aisyah hancur ketika mendengar kabar itu. Ia merasa begitu sakit karena kehormatannya rusak karena tuduhan keji. Rasulullah ﷺ pun merasakan kesedihan yang mendalam. Beliau tidak dapat memastikan secara langsung tuduhan tersebut, tetapi juga tidak dapat mengetahui kebenarannya sebelum Allah memberikan penjelasan.

Bagi seorang istri yang sangat mencintai suaminya, berada dalam situasi seperti itu tentu sangat berat. Aisyah menangis berhari-hari hingga merasa lemah. Ia bahkan meminta izin kepada Rasulullah untuk tinggal di rumah orang tuanya. Hatinya begitu terpukul, dan satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah memohon kepada Allah.

Sikap Rasulullah dan Para Sahabat

Dalam menghadapi fitnah ini, Rasulullah menunjukkan sikap hati-hati. Beliau tidak langsung mempercayai gosip yang beredar, tetapi juga menunggu penjelasan. Rasulullah sempat berdialog dengan para sahabat terdekat, seperti Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid.

Usamah menenangkan Rasulullah dan mengingatkan bahwa Aisyah adalah istri yang baik dan tidak pantas diceritakan demikian. Sementara Ali menyarankan agar Rasulullah tidak terlalu terbebani dan menyerahkan urusan itu kepada Allah.

Abah, pada Ranjang Sunyi Itu Aku Belajar Arti Cinta yang Diam

Di sisi lain, fitnah ini sempat mengejutkan sebagian kaum muslimin. Ada yang ikut terpengaruh isu, meski banyak juga yang tetap yakin akan kesucian Aisyah.

Langit Turun Membela Aisyah

Akhirnya Allah menurunkan wahyu melalui malaikat Jibril. Ayat-ayat itu terdapat dalam Surat An-Nur ayat 11–20. Dalam ayat itu, Allah dengan tegas membela Aisyah dari tuduhan keji. Allah menyatakan bahwa orang-orang yang menyebarkan fitnah itu sebenarnya bagian dari kaum munafik.

Ayat itu juga menegaskan bahwa tuduhan zina terhadap wanita baik-baik tanpa bukti adalah dosa besar. Bahkan Allah mengingatkan bahwa setiap orang yang terlibat menyebarkan fitnah itu akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya.

Turunnya ayat tersebut membuat hati Rasulullah dan kaum muslimin lega. Air mata Aisyah pun berubah menjadi kebahagiaan, karena ternyata Allah sendiri yang membela kehormatannya dari atas langit.

 

Kepastian Hukum dan Jalan Demokrasi Desa Balusu


Eksplorasi konten lain dari Surau.co

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.